PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (12/03/2026) | Dalam rangka memastikan kegiatan produksi kehutanan berjalan sesuai dengan ketentuan serta prinsip pengelolaan hutan lestari, Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata KPH Pekalongan Timur Yohan Haryanto mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur melaksanakan pengecekan langsung kegiatan tebangan di Petak 7F Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bulakan, BKPH Randudongkal, pada Rabu (11/03).
Kegiatan pengecekan lapangan ini merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan produksi kayu yang sedang berlangsung di wilayah kerja KPH Pekalongan Timur. Selain untuk memastikan kegiatan tebangan berjalan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan, pengecekan ini juga bertujuan memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan di lapangan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) serta tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan hutan.
Dalam kunjungannya, Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata KPH Pekalongan Timur Yohan Haryanto meninjau secara langsung kondisi lokasi tebangan, mulai dari teknik penebangan yang dilakukan oleh tenaga kerja, arah rebah pohon, hingga penataan kayu hasil tebangan agar tetap tertib dan tidak merusak tegakan di sekitarnya. Ia juga memastikan bahwa kegiatan produksi yang dilaksanakan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian agar tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan sekitar.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyempatkan diri berdialog secara langsung dengan para tenaga tebang yang sedang bekerja di lokasi, salah satunya Ramono yang merupakan tenaga tebang di petak tersebut. Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Yohan memberikan arahan sekaligus motivasi agar para tenaga tebang selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan keselamatan kerja.
Ia menegaskan bahwa kegiatan produksi kehutanan merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan hutan negara, sehingga setiap tahapan kegiatan harus dilaksanakan secara profesional, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Melalui pengecekan lapangan ini, kami ingin memastikan bahwa kegiatan tebangan berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan. Selain itu, kami juga ingin memberikan semangat kepada para tenaga tebang agar selalu bekerja dengan memperhatikan keselamatan kerja serta menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para tenaga tebang yang telah melaksanakan tugas dengan baik di lapangan. Menurutnya, peran tenaga tebang sangat penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan produksi kayu di wilayah Perhutani.
Sementara itu, salah satu tenaga tebang Ramono menyampaikan rasa senang dan bangganya karena mendapatkan kunjungan serta perhatian langsung dari jajaran manajemen KPH Pekalongan Timur. Ia mengaku bahwa arahan dan motivasi yang diberikan menjadi tambahan semangat bagi dirinya dan rekan-rekan tenaga kerja lainnya dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan.
“Kami merasa diperhatikan dan termotivasi dengan adanya kunjungan dari pimpinan. Semoga ke depan kami dapat terus bekerja dengan baik dan sesuai dengan arahan yang diberikan,” ungkapnya.
Kegiatan monitoring lapangan seperti ini rutin dilakukan oleh jajaran manajemen KPH Pekalongan Timur sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan terhadap kegiatan operasional di lapangan. Dengan adanya pengecekan secara langsung, diharapkan seluruh kegiatan produksi kayu dapat berjalan lebih optimal, tertib administrasi, serta tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kegiatan produksi dan kelestarian hutan, sehingga hutan negara dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan nasional. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2026