Administratur Perhutani KPH Surakarta melalui Kepala BKPH Lawu Utara Rohaniyatun menyampaikan bahwa kawasan hutan di sekitar Bukit Mongkrang memiliki potensi wisata alam yang besar, namun tetap harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan kelestarian lingkungan.
Pembukaan jalur pendakian yang dikelola harus mempertimbangkan aspek keselamatan, kelestarian kawasan, serta kesiapan pengelola, dalam hal ini Tahura KGPAA Mangkunegara I, kelompok sadar wisata, dan masyarakat sekitar. Perhutani mendukung pembukaan jalur pendakian Bukit Mongkrang sepanjang tetap menjaga fungsi hutan dan mematuhi ketentuan pengelolaan kawasan, jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Tahura KGPAA Mangkunegara I Heru Djatmika menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam pengelolaan kawasan wisata alam di wilayah Gunung Lawu. Menurutnya, pembukaan jalur pendakian harus disertai dengan pengaturan pengunjung, pengawasan jalur, serta kesiapan penanganan darurat apabila terjadi insiden di lapangan.
Koordinasi dengan BPBD, aparat wilayah, dan pengelola sangat penting untuk memastikan aktivitas pendakian berjalan aman sekaligus tetap menjaga kelestarian ekosistem di kawasan Bukit Mongkrang, ujarnya.
Melalui FGD ini diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat menyepakati langkah-langkah teknis sebelum pembukaan jalur pendakian secara resmi. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang solid, kawasan Bukit Mongkrang diharapkan dapat menjadi destinasi wisata alam yang aman, tertib, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (Kom-PHT/Ska/Mar)
Editor: Tri
Copyright © 2026