JATIROGO, PERHUTANI (25/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo perkuat sinergitas dengan tokoh agama serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kaligede Bangkit dalam upaya menjaga keamanan dan kelestarian hutan yang berlangsung di kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate Jatirogo, Senin (23/3)
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, dibahas pentingnya menjaga hutan dari gangguan keamanan hutan (gukamhut) seperti pencurian kayu, perambahan, dan kebakaran hutan. Selain itu, peran tokoh agama dinilai sangat strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui pendekatan moral dan spiritual agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asisten Perhutani (Asper) Bate, Didi Triarsa dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, tokoh agama, dan LMDH merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.
“Perhutani tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan dukungan dari semua pihak, terutama tokoh agama dan LMDH sebagai mitra di lapangan. Kami berharap melalui sinergi ini, masyarakat semakin sadar bahwa hutan adalah aset bersama yang harus dijaga demi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tokoh agama setempat, Gus Marjuki menyampaikan bahwa menjaga hutan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan juga nilai keagamaan. “Dalam ajaran agama, menjaga alam adalah kewajiban. Hutan bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga penopang kehidupan. Oleh karena itu, kami siap mendukung Perhutani dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang merusak hutan,” ungkapnya.
Ketua LMDH Kaligede Bangkit Juwanto juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga keamanan hutan. “Kami sebagai LMDH siap menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang baik seperti ini, kami yakin masyarakat akan semakin peduli dan ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan,” tegasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin solid antara Perhutani, tokoh agama, dan masyarakat desa hutan dalam menciptakan kondisi hutan yang aman, lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi semua pihak. (Kom-PHT/Jtr/Eva)
Editor:Lra
Copyright©2026