PIKIRAN-RAKYAT.COM (05/04/2026) | Kondisi lereng Gunung Slamet di Desa Gunung Malang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, sempat memprihatinkan pasca diterjang banjir bandang.
Jalur hijau yang dulunya asri sempat berubah menjadi hamparan lumpur dan material longsor yang mengancam pemukiman.
Merespons ancaman bencana yang masih membayangi, ratusan relawan bersama warga, pegiat lingkungan, hingga pelajar turun tangan melakukan penanaman pohon.
Sebanyak 5.000 batang pohon ditanam secara serentak di titik-titik rawan longsor dan sepanjang aliran banjir bandang sebagai langkah nyata pemulihan ekosistem.
Bukan Sekadar Simbolis, Tapi Aksi Konkret
Gerakan ini diinisiasi oleh Forum Komunitas Masyarakat Peduli Gunung Malang yang berkolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari komunitas pecinta alam, Pramuka, perguruan silat, hingga instansi terkait seperti Perhutani dan PDAM.
Pantauan di lokasi menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa.
Cangkul menghantam tanah, lubang digali, dan bibit pohon penguat struktur tanah mulai menempati rumah barunya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi swadaya masyarakat ini.
“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Forum Komunitas Masyarakat Peduli Gunung Malang atas penanaman 5.000 batang pohon. Langkah ini sangat baik dan kami mendukung penuh, termasuk penyediaan bibit serta kerja sama teknis melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Banyumas,” ujar Widi Hartanto, hari Minggu 5 April 2026.
Edukasi Karakter bagi Generasi Muda
Menariknya, aksi penghijauan ini juga melibatkan ratusan siswa dari SMA Negeri 5 Purwokerto.
Kehadiran mereka bukan tanpa alasan; selain membantu pemulihan alam, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter luar ruangan.
Kepala SMA Negeri 5 Purwokerto, Joko Budi Santosa, menyebutkan bahwa keterlibatan siswa bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab moral terhadap lingkungan.
“Anak-anak diajarkan untuk berani mengambil tanggung jawab moral dan turut berperan aktif dalam perbaikan lingkungan pasca bencana tanah longsor dan banjir. Ini adalah pelajaran karakter yang nyata,” ungkap Joko.
Menumbuhkan Harapan di Tanah Longsor
Penanaman ribuan pohon ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah dan meningkatkan daya serap air di lereng Gunung Slamet.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak.Kini, dari lereng yang sempat luluh lantak oleh material longsor, tunas-tunas hijau mulai tertancap.
Harapan baru tumbuh, dengan target jangka panjang agar bencana serupa tidak kembali menghantui warga di masa depan.***
Sumber : pikiran-rakyat.com