RANDUBLATUNG, PERHUTANI (08/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngliron kembali menggelar sosialisasi kepada calon pesanggem di petak 51C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngliron, Rabu (08/04).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BKPH Ngliron, Pariyono, bersama jajaran, Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sido Dadi Mulyo, Prayitno, serta puluhan calon pesanggem yang akan mengelola lahan dengan sistem agroforestri di kawasan tersebut.

Administratur KPH Randublatung melalui Kepala BKPH Ngliron, Pariyono, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarpesanggem dalam pengelolaan lahan.

Ia menyampaikan bahwa setiap permasalahan agar diselesaikan melalui musyawarah sehingga tidak menimbulkan konflik yang dapat menghambat kegiatan di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lahan tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga hubungan sosial yang harmonis.

Ia juga mengingatkan agar dalam kegiatan pembersihan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar. Seresah hasil pembersihan dianjurkan untuk dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai kompos atau ditebarkan agar menjadi humus. Menjelang musim kemarau, ia menegaskan larangan pembakaran karena berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, ia mengimbau agar pesanggem tidak melakukan penyemprotan terhadap rumput atau alang-alang karena dapat berdampak negatif pada tanaman pokok kehutanan. Pengendalian gulma disarankan dilakukan dengan cara dibabat.

Ia juga menegaskan aturan pembuatan lorong tanam, yaitu larangan menanam tanaman palawija di jalur tanaman pokok kehutanan agar pertumbuhan tanaman utama tetap optimal.

Wakil Ketua LMDH Sido Dadi Mulyo, Prayitno, menegaskan peran LMDH sebagai penghubung antara masyarakat dan Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengajak seluruh pesanggem untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta membangun komunikasi yang baik apabila menghadapi kendala di lapangan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para calon pesanggem semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat sehingga tercipta sinergi yang kuat antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta meningkatkan kesejahteraan bersama. (Kom-PHT/Rdb/Jun)

Editor: Tri
Copyright © 2026