KEDU UTARA, PERHUTANI (08/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan pendaki sekaligus pemberdayaan kawasan hutan melalui dukungan kepada Tim Ekspedisi Karmantel Omega. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian tali karmantel merek Erra serta sejumlah peralatan pendukung lainnya yang digunakan untuk pengamanan jalur pendakian Gunung Sumbing via Banaran, Sabtu (04/04).
Pemasangan tali pengaman dilakukan di titik-titik rawan, yaitu di area Watu Ondo dan Puncak Rajawali yang memiliki medan terjal dan berisiko tinggi bagi para pendaki. Lokasi tersebut berada dalam kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kemloko, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, yang menjadi salah satu jalur favorit pendakian Gunung Sumbing.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan para pendaki, khususnya pada musim pendakian yang ramai. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Temanggung, Riry Osmaroza, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan.
Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tim Ekspedisi Karmantel Omega dalam meningkatkan keamanan jalur pendakian serta menilai bahwa upaya tersebut juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata yang berdampak pada pendapatan masyarakat sekitar hutan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas pengaman seperti tali karmantel sangat penting, terutama di jalur ekstrem yang membutuhkan kehati-hatian ekstra sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Ketua Tim Ekspedisi Karmantel Omega, Herman, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan bantuan peralatan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pendaki sekaligus dukungan terhadap pengelolaan jalur pendakian yang lebih aman.
Ia berharap fasilitas yang dipasang di titik rawan seperti Watu Ondo dan Puncak Rajawali dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman bagi para pendaki.
Ketua Pengelola Basecamp Banaran, Muhtholib, menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas keamanan di jalur pendakian akan memberikan dampak positif bagi perkembangan wisata pendakian di wilayah tersebut.
Ia menilai bahwa pemasangan tali pengaman akan meningkatkan rasa aman pendaki, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan untuk memilih jalur Banaran dan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Melalui sinergi antara Perhutani, tim ekspedisi, dan pengelola basecamp, diharapkan jalur pendakian Gunung Sumbing via Banaran semakin aman dan diminati. Perhutani KPH Kedu Utara menegaskan akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan tanpa mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026