NGAWI, PERHUTANI (09/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menghadiri Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi di Aula Kantor DLH, Rabu (08/04).

Mewakili Administratur Perhutani KPH Ngawi, Kepala Sub Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), Ajid Suwanto, menyampaikan bahwa kehadiran Perhutani merupakan bentuk dukungan terhadap penyusunan dokumen lingkungan serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kehadiran Perhutani merupakan wujud sinergi dengan pemerintah daerah. Kami siap berkontribusi dalam penyediaan data yang akurat serta solusi terkait pengelolaan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan kawasan hutan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut bertujuan menjaring informasi strategis terkait isu lingkungan hidup di Kabupaten Ngawi serta menjadi wadah koordinasi lintas sektor dalam penyusunan dokumen SLHD sebagai dasar kebijakan pelestarian lingkungan.

Sekretaris DLH Kabupaten Ngawi, Yoga Yusianto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi tantangan lingkungan.

“Sinergi lintas sektor diperlukan untuk memetakan isu lingkungan secara komprehensif sehingga kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

FGD diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain organisasi perangkat daerah terkait, Perhutani KPH Ngawi, Perhutani KPH Lawu DS., Perhutani KPH Saradan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Melalui kegiatan ini, ditetapkan tiga isu prioritas lingkungan dalam dokumen SLHD Tahun 2026, yaitu pengelolaan sampah dan limbah, mitigasi risiko bencana, serta peningkatan kualitas air. (Kom-PHT/Ngw/Put)

Editor:Lra
Copyright©️2026