Kegiatan penyadapan getah pinus menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Dengan adanya pembinaan, pendampingan teknis, serta peningkatan kapasitas para mitra sadap, produksi getah pinus di wilayah ini terus mengalami peningkatan.
Di Tempat Penimbunan Getah Kletak, peningkatan produksi terlihat dari volume getah yang berhasil dikumpulkan setiap periode. Para mitra sadap kini lebih memahami teknik penyadapan yang baik dan benar, mulai dari cara melukai batang pohon hingga pengelolaan hasil sadapan agar kualitas getah tetap terjaga. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan yang diterima oleh para penyadap.
Administratur KPH Kedu Utara Andrie Syailendra menyampaikan bahwa peningkatan produksi getah pinus merupakan salah satu strategi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Ia menegaskan bahwa Perhutani tidak hanya berfokus pada target produksi semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup mitra sadap.
“Perhutani terus mendorong para mitra untuk meningkatkan produktivitas dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan. Dengan produksi yang meningkat, diharapkan pendapatan masyarakat juga ikut bertambah sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat,” ujar Administratur KPH Kedu Utara Andrie Syailendra.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani dan mitra sadap menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, salah satu mitra sadap Mijan mengaku merasakan langsung dampak dari peningkatan produksi getah pinus tersebut. Menurutnya, kegiatan penyadapan yang ia lakukan bersama kelompoknya kini memberikan hasil yang lebih baik, terlebih dengan adanya pendampingan dari petugas Perhutani.
“Sekarang hasil sadapan lebih banyak dan kualitasnya juga lebih bagus. Pendapatan saya juga ikut naik, jadi sangat membantu kebutuhan keluarga,” ungkap mitra sadap Mijan.
Mijan juga berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya. Ia bersama mitra sadap lainnya berkomitmen untuk menjaga kelestarian hutan agar tetap produktif dan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wana Luhur Sutrisno menyampaikan harapannya agar kerja sama antara Perhutani dan masyarakat terus diperkuat. Ia menilai bahwa program penyadapan getah pinus ini telah memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi warga sekitar hutan.
“Kami berharap sinergi ini terus ditingkatkan. Kegiatan penyadapan getah pinus sangat membantu masyarakat, dan kami siap mendukung Perhutani dalam menjaga hutan agar tetap lestari dan produktif,” ujar Ketua LMDH Wana Luhur Sutrisno.
Dengan adanya peningkatan produksi getah pinus di Tempat Penimbunan Getah Kletak Desa Garung Lor, diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi hasil hutan bukan kayu. Perhutani bersama masyarakat akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian, sehingga hutan tetap lestari dan masyarakat semakin sejahtera. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026