PIKIRAN-RAKYAT.COM (10/04/2026) | Perum Perhutani KPH Semarang kini mulai tancap gas dalam memperlebar sayap bisnisnya hingga menuju kancah internasional global.
Langkah berani ini ditandai dengan penjajakan kerja sama strategis bersama pihak investor asal Tiongkok untuk pengembangan komoditas kayu Jabon.
Pihak manajemen Perhutani menilai bahwa pohon Jabon merupakan hasil hutan yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi bagi pasar industri furnitur.
Upaya serius ini terlihat saat jajaran manajemen Perhutani melakukan peninjauan lokasi lapangan pada kawasan hutan produktif di wilayah Semarang.
Agenda penting ini dilaksanakan tepatnya di lokasi Petak 55 B BKPH Jembolo Selatan demi memastikan potensi lahan serta aksesibilitas yang ada.
Langkah tersebut dipandang sebagai manuver adaptif Perhutani dalam merespons kebutuhan pasar kayu dunia yang kini menjadi semakin kompetitif.
Sinergi Investasi Bersama Mitra Global
Perhutani mengandalkan sinergi bersama mitra yang punya akses pasar global agar komoditas Jabon lokal mampu menembus standar ekspor mancanegara.
Tanaman Jabon dipilih sebagai komoditas utama karena masa pertumbuhannya relatif cepat serta tingginya permintaan industri papan serat dunia.
Dalam tinjauan tersebut Sekretaris Divisi Regional Jawa Tengah yakni Agus Supriyanto Ganasari hadir langsung guna pastikan kesiapan lahan itu.
Agus didampingi tim teknis KPH Semarang termasuk Kepala Seksi Produksi Robertus serta Asper Kepala BKPH Jembolo Selatan yaitu Dedik Hardadi.
Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan komitmen Perhutani dalam memberikan kepastian data serta aspek teknis bagi para calon investor asing.
Investor asal Tiongkok diharapkan segera menanamkan modalnya setelah melihat langsung kualitas lahan hutan di wilayah administratif Semarang.
Melibatkan Pemodal Internasional Asal Tiongkok
Dari pihak investor hadir pula Howard Zhang serta Mery yang mewakili PT. Hua Hong Art Home perusahaan dengan jaringan pasar internasional.
Perusahaan mitra tersebut berbasis di kawasan Genuk, Kota Semarang dan dikenal sangat ahli dalam distribusi produk kayu untuk kebutuhan interior.
Agus Supriyanto Ganasari menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar urusan hitung-hitungan profit bisnis semata namun juga soal lingkungan.
Menurut Agus setiap kerja sama yang dijalin wajib memberikan efek pengganda terhadap aspek sosial serta kelestarian hutan di daerah sekitarnya.
“Kami memandang survei lapangan ini sebagai titik awal yang krusial untuk mematangkan rencana budidaya Jabon bersama mitra strategis,” kata Agus.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat memberikan keterangan pada lokasi peninjauan lahan hutan produktif di wilayah BKPH Jembolo Selatan.
Inovasi Budidaya Modern dan Konservasi
Ia menambahkan pengembangan Jabon ke depan akan mengintegrasikan teknologi budidaya modern namun tetap patuh pada kaidah konservasi hutan jati.
Agus juga menekankan pentingnya pelibatan warga lokal dalam rantai pasok produksi agar kesejahteraan masyarakat sekitar hutan bisa ikut terangkat.
“Tujuan kita jelas yakni hasil produksi maksimal namun tetap menjaga fungsi ekologis hutan serta memberdayakan masyarakat di sekitarnya,” urainya.
Terpisah, Administratur KPH Semarang Misa Ekaristi menyuarakan optimisme senada terkait prospek kemitraan strategis yang sedang dibangun.
Misa menilai bahwa optimalisasi kawasan hutan melalui skema kemitraan produktif adalah solusi jitu guna meningkatkan produktivitas lahan kritis.
Pihaknya mengaku sangat terbuka terhadap kolaborasi yang memiliki visi keberlanjutan demi transformasi bisnis KPH Semarang menuju era lebih maju.
Transformasi Bisnis Menuju Standar Internasional
“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi yang memiliki visi keberlanjutan. Ini adalah bagian dari transformasi bisnis KPH Semarang,” jelas Misa.
Ia berharap sinergi ini akan menjadi percontohan bagi pengelolaan hutan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi global serta tetap ramah lingkungan.
Misa meyakini bahwa dengan masuknya investasi asing maka standar pengelolaan hutan di wilayahnya juga akan meningkat sesuai mutu internasional.
Pihak PT. Hua Hong Art Home sendiri memberikan respons positif setelah melihat langsung kondisi fisik lahan di area petak milik Jembolo Selatan.
Howard Zhang menyatakan kekagumannya terhadap kualitas tanah serta aksesibilitas yang dimiliki oleh lahan Perhutani KPH Semarang saat ini.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di sektor kehutanan yang selaras kebijakan pusat dalam menggaet investor.***
Sumber : pikiran-rakyat.com