KEDU UTARA, PERHUTANI (13/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi kerja sama kemitraan pemanfaatan lahan di bawah tegakan untuk budidaya tanaman kopi di Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, yang termasuk wilayah Resort Pemangkuan Hutan Tlogopucang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Candiroto, Kamis (09/04).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 72 peserta yang merupakan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peluang pemanfaatan lahan di bawah tegakan secara produktif dan berkelanjutan melalui budidaya kopi.
Dalam kegiatan tersebut, Perhutani menjelaskan mekanisme kerja sama kemitraan antara Perhutani dan masyarakat melalui wadah Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Pola kemitraan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola lahan dengan komoditas yang sesuai, salah satunya kopi, dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Budidaya kopi dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta mendukung konservasi tanah dan air, sehingga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Peserta terlihat antusias menggali informasi terkait teknis budidaya kopi, pembagian hasil, serta tata cara pengajuan kerja sama kemitraan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa program kemitraan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Ia menjelaskan bahwa Perhutani memberikan ruang kepada masyarakat desa hutan untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan melalui skema kemitraan, dengan budidaya kopi sebagai salah satu alternatif yang menjanjikan dari sisi ekonomi maupun kelestarian lingkungan.
Ia juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaannya masyarakat tetap berkewajiban menjaga tegakan hutan serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar fungsi hutan tetap terjaga.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Desa Kemitir, Sarju Sutrisno, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program kemitraan ini membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan tanpa merusak hutan.
Ia menyatakan kesiapan masyarakat untuk mendukung program tersebut dan optimistis budidaya kopi di bawah tegakan dapat berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam mengelola kawasan hutan secara produktif, lestari, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan di wilayah tersebut (Kom-PHT/Kdu/Nurul).
Editor: Tri
Copyright © 2026