PURWAKARTA, PERHUTANI (17/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta menyelenggarakan kegiatan Job Training Penjarangan Tanaman Hutan Tahun 2026 tingkat Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Kegiatan yang bersifat edukatif dan aplikatif ini dilaksanakan di wilayah kerja KPH Purwakarta, tepatnya di BKPH Sadang, RPH Cempaka, Petak 20, pada Rabu (15/04).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memastikan seluruh jajaran lapangan memiliki kompetensi yang seragam dalam melaksanakan pemeliharaan hutan melalui teknik penjarangan yang tepat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Perum Perhutani, antara lain Kepala Divisi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH), Komarudin; perwakilan Perhutani Forestry Institute (PeFI), Dian Novitasari dan M. Rifqi Abdurrahman; Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Agus Yulianto; Kepala Departemen Perencanaan Sumber Daya Hutan, Albert Revy Soeharsanto; serta Administratur/KPH dan KPHW se-Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, bersama Asper/KBKPH dan Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan.

Administratur/KPH Purwakarta, Cecep Suryaman, menyampaikan bahwa pihaknya merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“KPH Purwakarta, khususnya wilayah BKPH Sadang, siap mendukung penuh pelaksanaan Job Training ini. Dipilihnya Petak 20 RPH Cempaka sebagai lokasi praktik menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan komitmen dalam pengelolaan tegakan secara presisi,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Perhutani Forestry Institute (PeFI) guna memastikan praktik yang dilakukan oleh jajaran Asper sesuai dengan kaidah teknis dan hasil riset kehutanan.

Fokus utama kegiatan ini adalah standarisasi operasional metode penjarangan kepada jajaran lapangan agar sesuai dengan prosedur kerja, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian ekosistem hutan.

Kepala Divisi Pengelolaan Sumber Daya Hutan, Komarudin, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam siklus pengelolaan hutan.

“Kehadiran seluruh elemen manajemen, mulai dari tingkat pusat, institusi, hingga pelaksana lapangan, menunjukkan bahwa tahap penjarangan merupakan bagian krusial dalam siklus hidup hutan. Penjarangan bukan sekadar penebangan, melainkan proses seleksi untuk mengoptimalkan pertumbuhan tegakan. Sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan di lapangan,” ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi teknis dan evaluasi hasil praktik lapangan yang akan menjadi acuan pelaksanaan penjarangan di seluruh KPH wilayah Jawa Barat dan Banten sepanjang tahun 2026. (Kom-PHT/PWK/FYK)

Editor: MS
Copyright©️2026