KEDU UTARA, PERHUTANI (20/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menunjukkan dukungannya terhadap kegiatan sosial keagamaan masyarakat dengan menghadiri kegiatan khaul para tokoh agama di Desa Giyanti, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Kamis (16/04).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalegen, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, dan dihadiri ratusan warga.

Kegiatan khaul merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang jasa para ulama yang telah berperan dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah setempat, yakni Simbah Kyai Baha’udin, Kyai Raden Makno, dan Simbah Kyai Kudi. Tradisi tahunan ini menjadi agenda penting masyarakat Desa Giyanti karena selain bernilai religius, juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Anggota DPRD Kabupaten Magelang, jajaran Forkopimca Windusari, para kepala desa se-Kecamatan Windusari, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur lembaga desa dan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Magelang, Yulianto, menyampaikan bahwa kehadiran Perhutani merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung kehidupan sosial masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Perhutani tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian hutan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar hutan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan baik antara Perhutani dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi keberlanjutan fungsi hutan.

Sesepuh Desa Giyanti, Kyai Kosim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Perhutani dalam kegiatan tersebut.

“Kami bersyukur kegiatan khaul ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Perhutani. Hal ini menunjukkan kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan Perhutani tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, dimulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil bersama, tausiyah keagamaan, hingga doa bersama untuk para leluhur dan keselamatan masyarakat.

Melalui dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekitar hutan, Perhutani berharap keberadaan hutan tidak hanya memberikan manfaat ekologis dan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. (Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026