KEDU UTARA, PERHUTANI (24/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, memberikan dukungan penuh kepada Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP), Cabang Kedu Utara, dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan lomba dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026, yang digelar di Ruang Arabica Kantor KPH Kedu Utara, Selasa, (21/04). Kegiatan ini, menjadi wujud penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini, dalam memperjuangkan peran perempuan Indonesia, agar semakin berdaya di berbagai bidang kehidupan.

Peringatan Hari Kartini tahun ini, mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran perempuan tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai pilar utama dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas menuju Indonesia yang maju.

Beragam perlombaan digelar dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah lomba mewiru kain jarik, yaitu keterampilan tradisional perempuan Jawa dalam melipat dan merapikan kain batik sebelum dikenakan. Lomba ini, tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya warisan leluhur yang sarat makna filosofi tentang ketelatenan, kesabaran, dan keanggunan perempuan Jawa.

Selain lomba mewiru kain jarik, peserta juga mengikuti sejumlah perlombaan lain yang mengangkat nilai kreativitas, kekompakan, dan kebersamaan antaranggota IIKP. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang tinggi. Para peserta tampak mengenakan busana tradisional batik jumputan yang semakin menambah nuansa kental budaya dalam peringatan tersebut.

Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa Perhutani, sangat mendukung kegiatan positif yang melibatkan peran aktif perempuan di lingkungan kerja. Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam menjaga keharmonisan keluarga sekaligus mendukung kemajuan institusi.

“Peringatan Hari Kartini ini, bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Perhutani, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan IIKP, karena mampu menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya bangsa,” ujarnya.

Ia, menambahkan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini, harus terus dihidupkan melalui kegiatan nyata yang memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang tanpa meninggalkan jati diri budaya bangsa. Menurutnya, perempuan yang berdaya akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang kuat dan generasi yang unggul.

Sementara itu, Ketua IIKP Cabang Kedu Utara, Susan Hastari, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan Hari Kartini, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota IIKP.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat Kartini masa kini, yaitu perempuan yang aktif, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai budaya warisan leluhur. Lomba mewiru jarik menjadi simbol bahwa perempuan modern tetap dapat menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman,” jelasnya.

Menurutnya, tema tahun ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Dengan perempuan yang berdaya, perlindungan anak juga dapat terwujud secara optimal.

Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Melalui momentum Hari Kartini ini, Perhutani, bersama IIKP, berharap semangat perempuan Indonesia terus tumbuh untuk berkontribusi dalam keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026