KEBONHARJO, PERHUTANI (04/06/2026) | Dalam upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya Jawa, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menggelar tasyakuran Sedekah Bumi. Kegiatan yang sarat nilai budaya tersebut dilaksanakan di Aula Kantor KPH Kebonharjo dan diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati pada Kamis (04/06).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Administratur/Kepala KPH Kebonharjo, Yohanes Eka Cahyadi, didampingi jajaran manajemen KPH Kebonharjo. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan keberkahan yang telah diberikan.
Dalam sambutannya, Administratur/Kepala KPH Kebonharjo, Yohanes Eka Cahyadi, menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan memiliki makna filosofis yang sangat erat dengan tugas dan tanggung jawab insan Perhutani dalam mengelola sumber daya hutan secara lestari.
“Filosofinya sangat jelas. Sedekah berarti memberi, sedangkan bumi adalah tempat kita berpijak dan memperoleh kehidupan. Tradisi Sedekah Bumi menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur sekaligus menjaga dan merawat alam yang telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yohanes Eka Cahyadi menjelaskan bahwa implementasi nilai Sedekah Bumi dalam lingkungan kerja Perhutani diwujudkan melalui berbagai upaya pelestarian hutan. Menurutnya, menjaga kelestarian kawasan hutan merupakan bentuk nyata rasa syukur sekaligus tanggung jawab kepada generasi mendatang.
“Ketika terdapat lahan yang kurang produktif atau gundul, maka menjadi kewajiban kita bersama untuk mengembalikan fungsinya melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan. Inilah bentuk sedekah yang dapat kita berikan kepada bumi,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta juga memanjatkan doa bersama agar seluruh karyawan dan keluarga besar Perhutani senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, serta kemudahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian hutan negara.
Sementara itu, salah seorang karyawan KPH Kebonharjo yang berasal dari Desa Kebonharjo, Sampe, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh serta penghormatan kepada para leluhur.
“Tradisi ini menjadi wujud syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan hasil bumi yang diberikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari, Suparman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Sedekah Bumi yang dilaksanakan Perhutani KPH Kebonharjo. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Jawa, tetapi juga memperkuat hubungan antara Perhutani dengan masyarakat desa hutan.
“Melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, kami berharap sinergi antara Perhutani dan LMDH semakin erat dalam menjaga kelestarian hutan. Semoga hutan di wilayah KPH Kebonharjo tetap lestari, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Kami juga berharap budaya gotong royong dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terus terjaga sebagai bagian dari kearifan lokal yang harus dilestarikan,” ujar Ketua LMDH Wana Lestari, Suparman.
Melalui kegiatan tasyakuran Sedekah Bumi ini, Perhutani KPH Kebonharjo berharap nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan Perhutani dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kbh/Ari)
Editor: Tri
Copyright © 2026