BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (20/01/2026) | Perkuat komunikasi dan sinergi guna mengantisipasi gangguan keamanan hutan (Gukamhut) serta menjaga kondusivitas wilayah, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Siliragung melaksanakan patroli bersama di petak-petak rawan di kawasan hutan petak 25c Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Purwosari, BKPH Pedotan, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (20/01).

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Pedotan, Heri Cahyono, menyampaikan apresiasi kepada Forkopimcam Siliragung atas sinergi dan komunikasi yang telah terjalin dengan baik. Ia berharap kolaborasi tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai wujud komitmen bersama dalam perlindungan dan pengelolaan hutan sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) serta implementasi visi dan misi Perhutani.

Heri menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan kebutuhan strategis. Kolaborasi tersebut berdampak positif terhadap pengamanan hutan, kondusivitas masyarakat sekitar hutan, serta mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan pemerintah. Ia juga berharap adanya tindak lanjut penegakan hukum terhadap pelaku Gukamhut sebagai upaya pencegahan dan efek jera.

Kepala Unit Samapta Kepolisian Sektor (Polsek) Siliragung, Ajun Inspektur Dua Polisi (Aipda) Eko Setyo, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor, khususnya dengan Perhutani, sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui patroli bersama, pihaknya berkomitmen mendukung upaya pencegahan Gukamhut sekaligus sebagai langkah mitigasi bencana.

Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) Siliragung melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) Seneporejo, Kopral Kepala (Kopka) Ali Sahid Abd, menegaskan kesiapan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk berkolaborasi menjaga keamanan, kondusivitas masyarakat, serta kelestarian hutan. Ia menekankan pentingnya patroli bersama, pendekatan komunikasi sosial, dan penegakan hukum terhadap pelaku Gukamhut demi terwujudnya hutan yang aman, lestari, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Kom-PHT/Bws/Dik)

Editor: Lra
Copyright ©️ 2026