BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (07/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan mitra kerja lapangan, pemerhati lingkungan, serta tokoh agama Hindu di Pos PTM 7 BKPH Blambangan, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (05/03).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara Perhutani dengan para pemangku kepentingan di wilayah sekitar hutan. Melalui pertemuan ini, Perhutani mendorong kolaborasi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan hutan (Gukamhut), sekaligus mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan pemerintah yang melibatkan masyarakat desa sekitar hutan.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Blambangan, Hermawan AS, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin antara Perhutani dengan para tokoh masyarakat, pemerhati lingkungan, serta mitra kerja lapangan di wilayah sekitar hutan.
Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus mendukung keberhasilan program pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat.
“Kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mitra kerja lapangan sangat penting untuk menjaga keamanan hutan dan menciptakan kondisi yang kondusif di wilayah sekitar hutan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan hutan dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Hermawan menambahkan bahwa kolaborasi dengan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan pemanfaatan kawasan hutan secara produktif, seperti pola tumpangsari yang selama ini telah berjalan di wilayah kerja Perhutani.
Sementara itu, pemerhati lingkungan yang juga tokoh masyarakat Desa Kedungasri, Sumardi, menyampaikan apresiasi atas upaya Perhutani dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat sekitar hutan.
Ia menilai sinergi tersebut penting dalam upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan.
“Kami mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan hutan melalui pendekatan komunikasi dan pembinaan kepada masyarakat. Apabila masih ditemukan pelanggaran, tentu perlu dilakukan penegakan hukum agar memberikan efek jera,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh tokoh agama Hindu Desa Kedunggebang, Joko W, yang mengapresiasi kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial yang dilakukan Perhutani bersama tokoh masyarakat dan mitra kerja lapangan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung upaya menjaga keamanan dan kelestarian hutan melalui pembinaan kepada masyarakat agar tetap menjaga kawasan hutan.
“Kami siap membantu menjaga kondusivitas masyarakat sekaligus memberikan pemahaman kepada warga untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan berharap sinergi dengan masyarakat, tokoh agama, serta mitra kerja lapangan dapat terus diperkuat guna mendukung keamanan kawasan hutan sekaligus keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah sekitar hutan. (Kom-PHT/Bws/Dik).
Copyright©2026