BOGOR, PERHUTANI (03/08/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor bersama Universitas Nusa Bangsa (UNB) melaksanakan pengembangan model pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) berbasis Platform Digital Sosio Forest di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Maribaya, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Rabu (30/07).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala RPH Maribaya, Dudung Supriatna, beserta jajaran RPH Maribaya, serta Tim Peneliti UNB yang terdiri dari Tun Susdivanti, Unar Humaira, Yunus Arifien, Rudi, dan Salman Alfarisi, serta para anggota KTH.
Di tempat terpisah, Administratur KPH Bogor Budi Haryadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Perhutani bersama UNB untuk memperkuat digitalisasi pengelolaan hutan. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas agroforestri secara berkelanjutan dengan prinsip hutan lestari, melalui pemanfaatan teknologi digital terintegrasi yang dapat menghubungkan pemilik lahan, petani, investor, hingga pembeli hasil panen.
“Ke depan, pengembangan Digital Sosio Forest ini diharapkan membentuk ekosistem digital yang mendukung kemitraan sosial dalam pengelolaan hutan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Tim Peneliti UNB Tun Susdivanti menambahkan bahwa platform digital yang dikembangkan akan memuat berbagai fitur pendukung, seperti pencatatan produksi, akses informasi pasar, serta forum komunikasi antarpetani hutan. Fitur-fitur tersebut diharapkan dapat mendorong efisiensi, efektivitas, dan transparansi dalam pengelolaan usaha agroforestri di tingkat tapak. (Kom-PHT/Bgr/Gin)
Editor: EM
Copyright © 2025