TRIBUNNEWS.COM (01/04/2026) | Selain keindahan alamnya, wilayah utara Kabupaten Kebumen tepatnya di Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam juga terdapat potensi lokal berupa kopi.
Di wilayah tersebut, meminum secangkir kopi sudah menjadi kebiasaan.
Biji kopi yang telah dipanen kemudian disangrai dan ditumbuk dengan alu dari kayu di lumpang atau wadah dari batu.
Biji kopi yang telah halus kemudian diseduh dengan air panas dan disuguhkan dalam wadah cangkir.
Selain sebagai suguhan tamu yang berkunjung ke rumah, kopi tumbuk juga kerap disuguhkan saat kegiatan sosial masyarakat.
Mantan kepala desa, Teguh Prasetyo berupaya untuk merawat kebiasaan serta potensi lokal itu dengan membuat Kopi Gemplong pada 2016 lalu.
Bahannya berupa kopi robusta berasal dari petani lokal.
Selain sebagai suguhan kepada tamu di rumah dan kegiatan sosial, terangnya, bagi orang dulu kopi juga dihadirkan atau diberikan kepada orang yang telah meninggal atau dikenal dengan istilah suguh luhur.
Dia menceritakan, tanaman kopi dengan Desa Giritirto sudah ada sejak dulu.
Dari hasil kumpul pegiat budaya di kedai kopi miliknya diketahui bahwa dulu wilayah utara memang wilayah perkebunan kopi dan cengkeh.
“Di peta belanda wilayah utara dulunya kebun kopi dan cengkeh,” terangnya.
Diharapkan Jadi Sentra Kopi
Teguh mengatakan, ada ratusan petani kopi di wilayah Desa Giritirto dengan luas lahan tanam sekitar 45 hektare yang berada di lahan milik Perhutani maupun pribadi.
Menurutnya memang hasil panen petani lokal yang diserap di Kedai Kopi Gemplong masih terbilang sedikit sekitar 1 kuintal dalam sebulan.
Beberapa petani ada yang menjual ke tengkulak di daerah lain pasca panen.
Teguh hingga kini hanya memasarkan kopi lokal tersebut di toko oleh-oleh kawasan Kebumen, warga di perantauan serta pameran produk UMKM.
Di sisi lain pemda turut membantu juga dalam pemasaran melalui gerakan Ngelarisi UMKM.
Dengan potensi yang ada, Teguh berharap Kecamatan Karanggayam dapat menjadi kawasan atau sentra penghasil kopi di Kabupaten Kebumen.
“Sebenarnya di Karanggayam tidak hanya di Giritirto saja, desa lainnya juga ada (penghasil kopi),” tuturnya.
Di sisi lain harapannya juga ada gudang yang nantinya dapat menampung panen petani kopi lokal baik itu melalui koperasi desa atau lainnya. (Ais)
Sumber : tribunnews.com