PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (27/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menunjukkan respons cepat dalam menangani bencana alam tanah longsor yang terjadi di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, BKPH setempat. Kejadian yang berlangsung pada Rabu (25/03) tersebut langsung mendapat penanganan intensif dari jajaran petugas di lapangan.

Dipimpin oleh Kepala RPH Paninggaran Firmansyah yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, tim Perhutani segera bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat dan petugas lapangan. Dalam upaya percepatan penanganan, Perhutani juga bersinergi dengan tim SAR Kabupaten Pekalongan yang dipimpin oleh Diono.

Berdasarkan informasi di lapangan, longsor terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya terjadi pergerakan tanah yang cukup besar. Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutup sebagian akses jalan di kawasan hutan serta mengganggu mobilitas masyarakat sekitar.

Kepala RPH Paninggaran Firmansyah menyampaikan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah memastikan kondisi di lokasi aman serta melakukan pemetaan titik longsor untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Begitu mendapatkan informasi, kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen cepat. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan petugas dan masyarakat, sekaligus membuka kembali akses yang tertutup material longsor,” jelasnya.

Dalam proses penanganan, tim gabungan dari Perhutani dan SAR melakukan pembersihan material longsor secara manual maupun dengan peralatan yang tersedia. Selain itu, dilakukan pula penataan aliran air untuk mencegah terjadinya longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih cukup labil.

Sinergi yang terjalin antara Perhutani dan tim SAR Kabupaten Pekalongan menjadi kunci keberhasilan dalam percepatan penanganan di lokasi kejadian. Perwakilan tim SAR Kabupaten Pekalongan Diono menyampaikan bahwa koordinasi yang baik antarinstansi sangat membantu dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami bersama Perhutani bekerja secara terpadu untuk mempercepat proses evakuasi material longsor. Komunikasi yang terjalin dengan baik membuat setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” ungkapnya.

Selain melakukan penanganan darurat, Perhutani juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir.

Kepala RPH Paninggaran Firmansyah menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala di titik-titik rawan longsor, serta memperkuat langkah mitigasi melalui kegiatan konservasi tanah dan air.

“Kami akan meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan, serta melakukan langkah-langkah preventif seperti penanaman vegetasi penguat tanah agar risiko longsor dapat diminimalisir ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Paninggaran Suyono menyampaikan harapannya agar ke depan sinergi antara Perhutani, masyarakat desa hutan, dan para pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat, khususnya dalam upaya penanggulangan bencana dan mitigasi risiko di kawasan hutan.

Ia juga berharap adanya peningkatan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi potensi bencana alam.

“Kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, kami optimistis risiko bencana dapat diminimalisir dan masyarakat semakin tangguh,” ujarnya.

Dengan penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, kondisi di lokasi longsor kini berangsur membaik. Akses yang sempat tertutup telah berhasil dibuka secara bertahap sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Perhutani KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk terus hadir dan responsif dalam setiap kejadian di wilayah kerjanya, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjaga kelestarian hutan sekaligus keselamatan masyarakat di sekitarnya. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri
Copyright © 2026