RANDUBLATUNG, PERHUTANI (12/02/2026) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menghadiri undangan rapat rencana kegiatan Blosmed Thek-Thek Series di Kecamatan Randublatung, Jumat (13/02).

Rapat yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Randublatung pada Kamis, 12 Februari 2026 tersebut dihadiri Camat Randublatung Joko Budi Heri Santoso, Kapolsek Randublatung, Direktur RSU Samin Suro Sentiko Randublatung, perwakilan Puskesmas Randublatung, tokoh agama dari berbagai organisasi, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta tim Blosmed (Blora Sosial Media).

Administratur KPH Randublatung melalui KSS Hukum  Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan Junaidi seusai rapat menyampaikan apresiasi atas rencana kegiatan Blosmed Thek-Thek Series yang dinilai menjadi wadah positif bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal. Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya Perum Perhutani KPH Randublatung mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat edukatif, kreatif, dan membangun kebersamaan, selama tetap memperhatikan peraturan serta menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan.

Camat Randublatung Joko Budi Heri Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kecamatan Randublatung ditunjuk oleh Bupati untuk menjadi lokasi kegiatan Festival Blora Sosial Media tahun 2026 yang akan dilaksanakan oleh generasi muda Blora. Ia memohon dukungan dan kepedulian seluruh pihak demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut. Pada pelaksanaannya, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan agenda Blora Menyapa oleh Bupati. Ia juga meminta masukan dari seluruh peserta rapat terkait pelaksanaan festival yang pesertanya berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghidupkan kembali budaya thek-thek yang mulai luntur. Pihaknya juga mengharapkan partisipasi instansi untuk ikut memeriahkan kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilan peserta.

Perwakilan Tim Pelaksana Blosmed Deva dalam paparannya menyampaikan bahwa kentongan bukan sekadar alat musik, melainkan media komunikasi vital dan penanda waktu yang lekat dengan masyarakat Jawa. Pada bulan Ramadan, fungsi kentongan bertransformasi menjadi sarana membangunkan sahur yang memiliki nilai sosial, spiritual, dan kebersamaan. Ia menilai eksistensi kesenian tradisional perlu dipertahankan di tengah derasnya arus hiburan digital agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Ia menjelaskan bahwa tujuan Festival Blosmed Thek-Thek Series adalah memeriahkan bulan Ramadan dengan kegiatan positif dan menghibur masyarakat, melestarikan tradisi kentongan sebagai warisan budaya lokal Randublatung, mewadahi kreativitas masyarakat khususnya generasi muda, serta menciptakan dampak positif bagi perekonomian lokal selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Randublatung Gianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian budaya yang sangat dikenal generasi terdahulu, namun mulai kurang dikenal generasi milenial. Ia mengusulkan agar kegiatan ditempatkan di depan Kantor Koperasi Desa Merah Putih agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Ia juga mengingatkan bahwa karena lingkupnya tingkat kabupaten, perizinan perlu dikoordinasikan hingga Polres Blora. Pihaknya menyatakan siap mendukung dan menjaga keamanan selama pelaksanaan kegiatan. (Kom-PHT/Rdb/Jun)

Editor: Tri
Copyright © 2026