DETIK.COM, JAKARTA (31/5/2016) | Dalam program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2017, ada integrasi perkebunan kelapa sawit dengan jagung. Targetnya, ada tambahan luas tanam jagung sebesar 1 juta hektar hingga akhir tahun depan.
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyebut program tersebut tak akan senasib dengan integrasi sawit-sapi yang gagal alias tak lagi jalan sejak beberapa tahun belakangan.
“Ini beda, karena kalau sapi butuh rumput banyak. Jagung nggak butuh rumput, kalau ada rumput justru terganggu jagungnya,” ujar Amran ditemui di kantor Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (31/5/2016).
Selain itu, menurutnya, integrasi sawit-jagung ini bukan lagi uji coba, melainkan sudah sukses diterapkan di lahan perkebunan sawit di Sumatra Barat. Integrasi juga akan dilakukan dengan tanaman lainnya, bahkan dengan hutan produksi Perum Perhutani.
“Kemarin bukan percobaan, 13.000 hektar berhasil. Jadi insya Allah nanti ada replanting karet, sawit, tanaman lainnya bukan saja karet dengan sawit, tapi juga di Perhutani 200.000 hektar,” jelas Amran.
Dia menargetkan, meski ada potensi lahan 4 juta hektar dari sawit dan tanaman perkebunan lainnya, pihaknya menargetkan bisa menambah hingga 1 juta hektar dalam sampai akhir 2017 nanti.
“Sekarangh sudah jalan, dulu panennya rumput sekarang jagung. Kami target 1 juta hektar karena TBM (tanaman belum menghasilkan) kurang lebih 4 juta, dengan karet jadi kita ambil 1 juta hektar,” pungkasnya.
(ang/ang)
Tanggal : 31 Mei 2016
Sumber  : detik.com