MERDEKA.COM (20/12/2025) | Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perhutani resmi menjalin kerja sama wisata Jember untuk mengelola Pantai Papuma dan Watu Ulo dengan sistem tiket tunggal, menjanjikan pengalaman lebih efisien bagi wisatawan mulai awal 2026.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Perhutani dan mitra pengelola wisata telah resmi menjalin kerja sama strategis dalam mengelola destinasi pantai unggulan. Kolaborasi ini berfokus pada Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) dan Pantai Watu Ulo di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata daerah serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.

Pencapaian ini merupakan hasil koordinasi intensif dari berbagai pihak, termasuk jajaran Pemkab Jember, Dinas Pariwisata, dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D). Mereka bekerja sama dengan Perhutani dan Palawi Risorsis untuk mewujudkan integrasi pengelolaan wisata. Kerja sama ini menandai sejarah baru bagi pariwisata Jember setelah melalui proses komunikasi yang panjang selama bertahun-tahun.

Melalui kerja sama tripartit ini, sistem pintu masuk di kawasan kedua objek wisata tersebut akan diintegrasikan. Pengunjung tidak perlu lagi membayar tiket terpisah di setiap lokasi, sehingga cukup satu kali pembayaran untuk mengakses kedua destinasi. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Integrasi Tiket Masuk untuk Efisiensi Wisatawan

Salah satu poin utama dalam kerja sama wisata Jember ini adalah penerapan tarif tiket masuk tunggal yang lebih efisien dan ekonomis bagi wisatawan. Sebelumnya, Pantai Watu Ulo dikelola oleh Pemkab Jember, sementara Pantai Papuma di bawah pengelolaan Perum Perhutani Jatim bersama PT Palawi Risorsis, dengan tiket masuk yang dikelola masing-masing.

Kini, pengunjung cukup membayar satu kali untuk menikmati keindahan kedua pantai tersebut. Harga tiket direncanakan sebesar Rp12.500 untuk dua tempat wisata sekaligus. Kebijakan baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 atau 2 Januari 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan, “Bayangkan, Rp12.500 untuk dua destinasi wisata yang punya sejarah besar Nyi Blorong dan Nyi Roro Kidul. Artinya, per tempat wisata hanya sekitar Rp6.000, sehingga sangat murah dibandingkan daerah sekitar.” Ini menunjukkan komitmen untuk menjadikan wisata Jember lebih terjangkau.

Peningkatan Fasilitas dan Promosi Destinasi Unggulan

Selain mengintegrasikan tiket masuk, Pemkab Jember berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas pendukung di kawasan wisata. Upaya ini mencakup perbaikan dan penambahan lampu penerangan jalan umum menuju lokasi wisata. Pemkab juga memastikan tarif parkir tetap terjangkau dan teratur demi kenyamanan pengunjung.

Promosi besar-besaran akan dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Pantai Papuma dan Watu Ulo. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memajukan sektor pariwisata unggulan di Kabupaten Jember. Meskipun demikian, Bupati Fawait mengakui bahwa pada masa awal penerapan mungkin akan ada kekurangan, namun pihaknya memastikan semua rencana sudah berada di jalur yang benar.

Harapannya, masyarakat dapat mendukung kebijakan ini demi kemajuan sektor pariwisata Jember. Peningkatan fasilitas dan promosi yang gencar diharapkan dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih menyenangkan dan berkesan bagi setiap pengunjung.

Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Hutan

Kerja sama tripartit ini tidak hanya berfokus pada kawasan pesisir, tetapi juga menjadi pondasi awal pengembangan potensi objek wisata di kawasan Pegunungan Argopuro. Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, melalui Kepala Wawan Triwibowo, menyambut baik inisiatif Pemkab Jember ini.

Perhutani bersinergi dengan Pemkab Jember untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata berbasis hutan. Wawan Triwibowo menyampaikan, “Kami menyambut baik inisiatif Pemkab Jember dalam pengembangan pariwisata, sehingga harapannya agar hutan tetap lestari dan masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat ekonomi dengan kesejahteraan yang meningkat.”

Kolaborasi ini menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sambil memberdayakan ekonomi lokal. Dengan demikian, kerja sama wisata Jember ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan komunitas sekitar destinasi wisata.

Sumber : merdeka.com