Perum Perhutani membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo meningkatkan produksi pangan dengan menyiapkan lahan hutan untuk budidaya tanaman pertanian. Lahan hutan yang dipersiapkan Perhutani seluas 19,5 hektare di Desa Bendosari, Kecamatan Gebang, Kumpulsari Ngombol dan Puspo Bruno. Perusahaan membantu penyediaan bibit jagung dan padi untuk petani yang menggarapnya serta bibit padi untuk lahan 1.000 hektare di Kecamatan Grabag.
“Menindaklanjuti kerja sama yang pernah disampaikan Menteri Pertanian, Perhutani menyiapkan lahan hutan seluas 19,5 hektare di Purworejo. Untuk lahan hutan dan sawah 1.000 hektare, perusahaan hanya memberi bantuan bibit yang akan ditanam menjelang musim hujan mendatang,” kata Ir Eko Anang SW, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Purworejo kepada KR, Senin (10/10).
Potensi lahan hutan di Kabupaten Purworejo yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan mencapai 340 hektare. Namun, setelah disurvei dan sebagian besar lahan berada pada kemiringan curam, memiliki lapisan humus yang tipis, serta petani di sekitarnya enggan menggarap kawasan hutan. Menurutnya, sejumlah petani enggan menggarap kawasan hutan karena memerlukan proses pengolahan tanah yang sulit. Mereka tidak terbiasa membudidayakan tanaman pangan di lahan hutan.
Tanaman jagung akan dibudidayakan pada lahan hutan seluas 9,5 hektare di Desa Bendosari, sementara areal 10 hektare di Kumpulsari dan Puspo diproyeksikan untuk penanaman padi gogo. Perhutani juga akan membantu benih padi untuk lahan seluas 1.000 hektare di Kecamatan Grabag. Setiap hektare lahan padi mendapat bantuan 25 kilogram benih dan jagung 17,5 kilogram pervhektare. Meski hanya memberi bibit, Perhutani juga memfasilitasi pinjaman pupuk yang pelunasannya bisa dilakukan setelah panen.
“Fasilitasi pinjaman pupuk juga ada dalam skema bantuan yahg akan dilakukan oleh perusahaan itu,” ujarnya. Dikatakan, Distanhut Kabupaten Purworejo akan berperan sebagai pendamping petani dalam mengolah kawasan hutan. “Mengolah kawasan hutan menjadi lahan pertanian bukan perkara mudah, maka tidak heran jika ada petani yang menolak menjalankan program itu. Untuk itu, agar hasilnya optimal, kami diminta sebagai tim teknis yang membantu petani membudidayakan kawasan hutan,” katanya.
Nama Media : KEDAULATAN RAKYAT
Tanggal          : Selasa, 11 Oktober 2011, Hal. 13
Penulis           : Jas
TONE              : POSITIVE