BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (24/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan melakukan koordinasi guna memperkuat sinergi kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino, antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan Pemerintah Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (22/05),
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor penting dilakukan untuk menyamakan langkah dan tindakan di lapangan dalam menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi menimbulkan kekeringan dan Karhutla.
“Perhutani mengapresiasi dukungan dan sinergi Pemerintah Kecamatan Siliragung beserta seluruh stakeholder dalam menjaga kondusivitas masyarakat sekitar hutan serta kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung pengamanan kawasan hutan dan antisipasi gangguan keamanan hutan maupun Karhutla,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah antisipasi yang dilakukan meliputi kegiatan penghijauan bersama, patroli terpadu di kawasan rawan Karhutla, serta upaya menjaga keberadaan sumber mata air di sekitar kawasan hutan.
“Musim kemarau panjang tahun 2026 berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan. Karena itu diperlukan dukungan seluruh pihak, baik Forkopimka, pemerintah desa, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tokoh masyarakat, maupun media untuk bersama-sama melakukan langkah preventif,” tambah Wahyu.
Sementara itu, Camat Siliragung, David Purwowahyudi Widodo, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komunikasi yang terus dibangun Perhutani Banyuwangi Selatan bersama pemerintah kecamatan dalam menjaga kelestarian hutan dan kondusivitas wilayah.
“Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini terus ditingkatkan, khususnya dalam kegiatan penghijauan, patroli bersama di kawasan rawan Karhutla, serta pemeliharaan sumber mata air sebagai upaya mitigasi dampak musim kemarau panjang akibat El Nino,” ungkapnya.
Menurut David, koordinasi dan komunikasi yang intensif antarinstansi akan menciptakan kesamaan persepsi dan tindakan di lapangan sehingga upaya antisipasi Karhutla, gangguan keamanan hutan, dan stabilitas wilayah dapat berjalan optimal.
“Dengan sinergi yang baik, kawasan hutan akan tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama seluruh pihak harus terus diperkuat,” pungkasnya. (Kom-PHT/Bws/Dik)