BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (20/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan menjalin silaturahmi dan Ngopi Bareng (Ngobar) bersama sejumlah stakeholder sebagai upaya memperkuat sinergitas dan membuka peluang kerja sama pemanfaatan kawasan hutan. Kegiatan ini berlangsung di Resto Balesaji, Kabat, Banyuwangi, Kamis (20/11).
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPRD Banyuwangi yang didampingi Ketua Fraksi PKB, anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, serta Ketua IJTI Wilayah Banyuwangi. Agenda difokuskan pada pembahasan peluang kerja sama pengelolaan kawasan hutan, peningkatan layanan publik, serta optimalisasi kemitraan yang saling menguntungkan.
Administratur Perhutani Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, menyampaikan bahwa sinergitas dengan para pemangku kepentingan sangat penting untuk mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan dan mitra.
“Silaturahmi seperti ini menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang kerja sama dan menjaga kepuasan publik terhadap pengelolaan hutan. Dukungan dari DPRD, mitra usaha, dan media sangat diperlukan agar tujuan bisnis perusahaan dapat tercapai,” ujar Wahyu.
Didampingi KSS HKA Komper Didik Nurcahyo dan Wakil Administratur KPH Banyuwangi Utara Edi Purwanto, Wahyu menegaskan pentingnya kesamaan pemahaman terkait mekanisme kerja sama berdasarkan regulasi yang berlaku, seperti PermenLHK No. P.8 Tahun 2021, Perdir Perhutani No. 13 Tahun 2023, dan Perdir No. 6 Tahun 2024.
“Kami berharap kerja sama pemanfaatan kawasan hutan untuk agroforestry, tumpangsari, wisata alam, maupun ketahanan pangan dapat terus ditingkatkan. Keselarasan pemahaman regulasi menjadi kunci agar kerja sama berjalan baik dan saling menguntungkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengapresiasi langkah Perhutani yang terus menjalin komunikasi dan memberikan pendampingan dalam proses kerja sama. “Kami berterima kasih atas sinergi ini. Keselarasan persepsi dan mekanisme kerja sama sangat penting, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan kawasan hutan bersama investor dan mitra usaha,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua IJTI Wilayah Banyuwangi Syamsul Arifin menyampaikan dukungan terhadap langkah Perhutani dalam membuka ruang kolaborasi. “Terima kasih atas kesempatan dan skema kerja sama yang diberikan. Kami siap mendukung pelaksanaan kerja sama ke depan, termasuk melalui tinjau lapangan untuk memastikan pemanfaatan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi dan memperkuat sinergitas antar lembaga guna mewujudkan pemanfaatan kawasan hutan yang bermanfaat bagi masyarakat, mitra usaha, dan keberlanjutan lingkungan. (Kom-PHT/Bws/Dik)
Editor:Lra
Copyright©2025