BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (14/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dan sejumlah pemangku kepentingan mengikuti rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor BPBD Banyuwangi, Senin (13/04).
Rapat dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur yang menyebut musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dengan curah hujan di bawah normal dan durasi lebih panjang.
Administratur Perhutani Banyuwangi Selatan melalui KSS Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan Didik Nurcahyo menyatakan dukungan penuh terhadap langkah koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana.
“Perhutani telah melakukan berbagai upaya antisipasi karhutla, antara lain pembentukan satuan tugas pemadam kebakaran di tingkat BKPH, patroli rutin bersama, serta sosialisasi kepada masyarakat dan LMDH. Selain itu, kami juga menjaga sumber mata air dan memantau daerah aliran sungai agar tetap berfungsi optimal,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas PU Pengairan Banyuwangi menyampaikan upaya menjaga ketersediaan air melalui pemantauan sumber mata air, pembangunan tanggul, serta pemeliharaan aliran sungai. Hal serupa juga dilakukan Balai Taman Nasional Alas Purwo dengan membentuk masyarakat peduli api, patroli terpadu, serta apel siaga karhutla.
Rapat koordinasi ini dihadiri sejumlah instansi, antara lain Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Diskominfo, PDAM, BMKG Banyuwangi, serta Balai Taman Nasional Alas Purwo.
Melalui koordinasi ini, diharapkan kesiapsiagaan seluruh pihak semakin meningkat dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau, sehingga risiko bencana dapat ditekan dan kelestarian hutan tetap terjaga. (Kom-PHT/Bws/Dik).