KEDU UTARA, PERHUTANI (18/01/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah melaksanakan risk assessment di lokasi basecamp pendakian Gunung Kembang via Blembem, sebagai bagian dari komitmen menjaga keselamatan dan keamanan kawasan wisata alam di wilayah hutan Perhutani, pada Rabu (16/07).
Kegiatan audit ini dipimpin oleh AKBP Indriyanto Dian selaku Kasubdit Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Jawa Tengah bersama AKP Tri Agung S. sebagai sekretaris tim. Mereka menilai kondisi fasilitas, kesiapan pengelola, hingga potensi risiko yang mungkin terjadi di jalur pendakian. Administratur KPH Kedu Utara turut hadir didampingi oleh Kepala Seksi Utama Ekowisata Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, Sylvia Koesoemaningrum dan Kepala Departemen Produksi dan Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Divre Jawa Tengah Didiet Widhi Hidayat, yang juga mendorong penguatan pengelolaan wisata berbasis keamanan dan keselamatan.
Administratur KPH Kedu Utara, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan apresiasi atas upaya Polda Jawa Tengah dalam melaksanakan risk assessment di jalur pendakian Gunung Kembang via Blembem.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi Perhutani dan pengelola untuk meningkatkan standar keselamatan dan keamanan di kawasan wisata Perhutani. Ke depan, kami berharap skor yang diperoleh bisa terus meningkat seiring dengan perbaikan fasilitas dan tata kelola yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, AKBP Indriyanto Dian menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan risk assessment ini adalah untuk menilai kepatuhan terhadap standar keselamatan, pencegahan kecelakaan, serta antisipasi potensi gangguan keamanan di objek wisata. “Langkah ini menjadi bagian penting untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung sekaligus meminimalisir risiko yang tidak diinginkan,” terangnya.
Dari hasil penilaian, basecamp Gunung Kembang via Blembem meraih skor 65,5 yang termasuk dalam kategori rentang nilai sedang. Capaian ini menjadi langkah awal yang baik bagi wisata pendakian yang terus berkembang. (Kom-PHT/Kdu/Eko)
Editor: Tri
Copyright © 2025