PEKALONGAN BARAT, PERHUTANI (30/01/2026)| Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat mendampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro dalam kegiatan peninjauan lokasi bencana alam di wilayah Penakir, Kabupaten Pemalang, pada Senin (26/01). Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan serta memastikan langkah penanganan bencana berjalan dengan baik dan terkoordinasi.

Dalam peninjauan tersebut, Pangdam IV/Diponegoro didampingi Administratur KPH Pekalongan Barat beserta jajaran, unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Rombongan meninjau beberapa titik terdampak bencana, termasuk kawasan hutan dan permukiman warga yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat menyampaikan bahwa kehadiran TNI di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian dan komitmen dalam membantu masyarakat serta mendukung upaya percepatan penanganan dan pemulihan pasca bencana.

“TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah, Perhutani, dan seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana. Selain fokus pada keselamatan masyarakat, upaya pemulihan lingkungan, khususnya di kawasan hutan, juga menjadi perhatian agar risiko bencana serupa dapat diminimalkan ke depan,” ujar Pangdam IV/Diponegoro.

Administratur KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen mendukung penuh langkah-langkah penanganan bencana yang dilakukan oleh pemerintah dan TNI, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

“Perhutani KPH Pekalongan Barat siap bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana di wilayah Penakir, termasuk Perhutani juga mendirikan Posko Bencana KPH Pekalongan Barat di desa Penakir. Kami akan terus melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan serta melaksanakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Perhutani juga akan mendukung upaya rehabilitasi lingkungan serta berperan aktif dalam pendampingan masyarakat desa sekitar hutan agar tercipta keseimbangan antara kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat.

Melalui kegiatan peninjauan ini, diharapkan sinergi antara TNI, Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi dan menangani dampak bencana, sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi hutan sebagai penyangga lingkungan. (Kom-PHT/Pkb/Sgy)

Editor: Tri
Copyright © 2026