KOMPASIANA.COM (07/01/2026) | Dalam upaya memperkuat sistem pengamanan hutan secara terpadu dan responsif, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bawang, KPH Pekalongan Timur, menggelar pertemuan informal bersama jajaran Polsek Bawang. Pertemuan yang disebut “Jagong” ini berlangsung pada Selasa (6/1) di wilayah BKPH Bawang.
Agenda ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor antara Perum Perhutani dan Kepolisian dalam menjaga aset hutan negara. Pembahasan difokuskan pada mitigasi berbagai gangguan keamanan hutan (Gakkumhut), seperti pencurian kayu (*illegal logging*), perambahan kawasan, serta aktivitas ilegal lain yang mengancam kelestarian ekosistem.
Asper BKPH Bawang, Sugiarto, menyampaikan bahwa pendekatan komunikasi informal seperti *Jagong* terbukti efektif dalam mencairkan suasana dan menyelaraskan persepsi di lapangan.
“Keamanan kawasan hutan tidak bisa dijaga sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan koordinasi yang solid dengan aparat kepolisian agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin,” tegas Sugiarto.
Komitmen yang sama juga ditegaskan oleh Kapolsek Bawang, AKP Slamet Riyanto, S.H. Ia menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan kesiapan Polsek Bawang untuk mendukung penuh upaya pengamanan hutan di wilayah KPH Pekalongan Timur.
“Kami siap bersinergi, khususnya melalui peningkatan intensitas patroli bersama dan respon cepat terhadap setiap laporan gangguan keamanan hutan. Sinergi ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam kita,” ujarnya.
Melalui forum *Jagong* ini, kedua institusi berharap dapat memelihara komunikasi yang intens dan berkelanjutan. Dengan pengamanan yang optimal, kelestarian hutan di Pekalongan Timur diharapkan tetap terjaga dan terus memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat sekitar.
Sumber : kompasiana.com