BANDUNG, PERHUTANI (17/10/2025) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten menerima kunjungan audiensi dari Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-Jawa Barat di Kantor Divre Jabar-Banten pada Rabu (15/10). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan LMDH dalam pengelolaan hutan yang lestari dan produktif.
Audiensi dipimpin langsung oleh Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, beserta jajaran. Dari pihak LMDH hadir Ketua Paguyuban LMDH Jawa Barat, Nace, beserta wakil ketua dan perwakilan LMDH dari berbagai KPH di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Yudha Suswardhanto menyampaikan bahwa perubahan regulasi di sektor kehutanan, termasuk terbitnya sejumlah Surat Keputusan Menteri LHK tentang pengelolaan kawasan hutan, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat.
“Perhutani terus berkomitmen menjalankan mandat pengelolaan hutan negara di Jawa secara adaptif terhadap regulasi terbaru. Kami berharap LMDH dapat bertransformasi melalui pola kemitraan kehutanan agar pengelolaan hutan semakin produktif, lestari, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujar Yudha.
Sementara itu, Ketua Paguyuban LMDH Jawa Barat, Nace, menyampaikan hasil kegiatan roadshow LMDH ke 13 KPH di Jawa Barat yang berfokus pada peningkatan komunikasi dan kolaborasi dalam pengelolaan hutan. Paguyuban juga menyampaikan sejumlah masukan terkait penguatan peran LMDH di tingkat desa, pembinaan kelembagaan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat hutan.
Dalam forum diskusi, berbagai isu lapangan dibahas secara terbuka, termasuk mekanisme bagi hasil produksi kayu dan peluang pengembangan usaha agroforestri. Pihak Perhutani menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya mencari solusi terbaik secara bertahap dan proporsional sesuai kondisi yang ada.
“Kami memahami aspirasi LMDH dan akan terus mengupayakan solusi bersama. Kolaborasi ini merupakan kunci agar pengelolaan hutan berjalan seimbang antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi,” tambah Yudha.
Selain itu, Perhutani juga menyambut baik inisiatif LMDH untuk memperkuat peran dalam rantai nilai hasil hutan non kayu seperti kopi, gula aren, dan hasil agroforestry lainnya. Perhutani membuka ruang bagi LMDH untuk berperan sebagai offtaker dengan membentuk entitas bisnis mandiri, guna memperluas manfaat ekonomi di tingkat tapak.
Menutup audiensi, Ketua Paguyuban LMDH menyerahkan buku laporan hasil roadshow LMDH di 13 KPH se-Jawa Barat kepada pimpinan Perhutani sebagai bentuk komitmen transparansi dan komunikasi berkelanjutan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, sinergi, dan kemitraan dalam menjaga keberlanjutan hutan di Jawa Barat.(Kom-PHT/DivreJanten/Ga)
Editor:EM
Copyright©2025