SEMARANG, PERHUTANI (31/12/2025) | Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menjalankan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini menjadi bagian integral dari peran Perhutani tidak hanya sebagai pengelola sumber daya hutan, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat, khususnya di sekitar kawasan hutan.
Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng) melaksanakan program TJSL melalui dua skema utama, yakni Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) serta non-PUMK. Program PUMK difokuskan pada penguatan permodalan usaha mikro dan kecil agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sementara itu, TJSL non-PUMK disalurkan dalam bentuk bantuan sosial dan lingkungan yang mencakup berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, infrastruktur, serta pelestarian lingkungan.
Penerima manfaat TJSL Perhutani berasal dari berbagai kalangan, antara lain masyarakat desa hutan, kelompok usaha mikro, lembaga pendidikan, lembaga sosial, kelompok tani hutan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya. Penyaluran tersebut diarahkan agar memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara Perhutani dan lingkungan sekitarnya.
Sepanjang tahun 2025, Perhutani Divre Jateng menyalurkan bantuan TJSL dengan total nilai mencapai Rp2.535.520.500. Dana tersebut disalurkan ke 21 satuan kerja, yang meliputi Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) dan Kantor Divisi Regional Jawa Tengah. Dari total tersebut, bantuan Pilar Sosial terealisasi sebesar Rp1.965.057.500 yang mencakup program tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan, serta pendidikan berkualitas. Pilar Ekonomi terealisasi sebesar Rp306.270.000 yang diarahkan untuk mendukung pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta pengurangan kesenjangan. Sementara itu, Pilar Lingkungan terealisasi sebesar Rp264.193.000 yang difokuskan pada dukungan air bersih dan sanitasi layak.
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah melalui Kasi Utama Komunikasi Perusahaan dan Pelaporan, Tri Utdiono, menyampaikan bahwa penyaluran TJSL tersebut merupakan wujud komitmen Perhutani dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan, kemandirian ekonomi, serta mendukung pembangunan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Perhutani Divre Jateng berkomitmen untuk terus menyalurkan TJSL secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Penyaluran TJSL terbaru dilakukan Perhutani Divre Jateng pada kegiatan Ground Breaking Tanaman 2025 yang dilaksanakan pada Selasa (09/12). Pada kesempatan tersebut, Perhutani menyalurkan bantuan TJSL kepada kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan dan fasilitas yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Perwakilan penerima bantuan, Jumain, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani melalui program TJSL tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani DIvre Jateng atas bantuan TJSL yang telah diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat dan akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan program TJSL yang berkelanjutan, Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat, serta mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Kom-PHT/DivJateng/Isa)
Editor: Tri
Copyright © 2025