PROBOLINGGO, PERHUTANI (14/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Senin (13/04).
Kehadiran Perhutani merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata berbasis keberlanjutan sekaligus penguatan sinergi lintas sektor.
Administratur Perhutani KPH Probolinggo, Akhmad Faizal, menegaskan komitmen Perhutani dalam mendukung penataan JLKT yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian kawasan.
“Perhutani mendukung program penataan JLKT sebagai bagian dari upaya pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Pembangunan ini diharapkan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, dengan tetap mengedepankan perlindungan ekosistem, penguatan budaya lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Setyawan Pudyatmoko. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Balai Besar TNBTS, kepala daerah dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan, Forkopimda Jawa Timur, serta jajaran Perhutani Divisi Regional Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa JLKT akan menjadi jalur penghubung kawasan sekitar Kaldera Bromo sekaligus alternatif distribusi wisatawan guna mengurangi kepadatan di titik tertentu.
“Penataan JLKT merupakan bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain groundbreaking JLKT, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga meresmikan sarana prasarana air bersih berupa tangki berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan wisatawan di kawasan rest area Watu Gede dan Cemoro Lawang.
Melalui sinergi ini, Perhutani menegaskan perannya dalam mendukung pengelolaan kawasan wisata berbasis konservasi yang berkelas dunia, namun tetap menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. (Kom-PHT/Pbo/Tan)
Editor:Lra
Copyright©2026