SEMARANG, PERHUTANI (21/01/2026) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah menggelar kegiatan rekonsiliasi wisata di Lantai 7 Gedung Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Rabu ( 21/01).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, serta seluruh Kepala Seksi Wisata Kesatuan Pemangkuan Hutan se-Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan memaparkan regulasi, data, dan informasi terkait Kesatuan Pemangkuan Hutan di wilayah Jawa Tengah, termasuk potensi wisata di setiap KPH, sekaligus melakukan rekonsiliasi data guna memastikan pengelolaan wisata yang lebih optimal.
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Asep Dedi Mulyadi dalam sambutannya menegaskan komitmen Divisi Regional Jawa Tengah melalui tagline baru, yaitu pasti yang terbaik. Ia menyampaikan bahwa tagline tersebut bukan sekadar slogan, melainkan mencerminkan keyakinan dan optimisme bahwa pengelolaan wisata di Jawa Tengah dapat menjadi yang terbaik.
“Tagline ini bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan keyakinan dan optimisme kami bahwa pengelolaan wisata di Jawa Tengah dapat menjadi yang terbaik. Realisasi RKAP saat ini mencapai 48,35 juta, atau 151% dari target awal sebesar 32,68 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi yang kami jalankan efektif dan terus menghasilkan capaian positif dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah juga menekankan pentingnya pengembangan wisata secara profesional serta didukung koordinasi yang solid dengan mitra.
“Setiap program, termasuk wisata, harus dikembangkan secara profesional dan didukung koordinasi yang baik dengan mitra. Kita tidak bisa membiarkan fasilitas wisata berada di lokasi yang kurang representatif. Jika kondisinya belum memenuhi standar, lebih baik ditutup sementara hingga ada mitra profesional yang siap mengelolanya, demi menjaga citra perusahaan,”ujarnya.
Sementara itu, pengelola wisata KPH Kedu Utara Toni menyambut positif pelaksanaan kegiatan rekonsiliasi wisata tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pengelola wisata karena memberikan banyak informasi penting terkait data, regulasi, dan standar pengelolaan KPH.
“Acara hari ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengelola wisata. Kami mendapatkan banyak informasi penting mengenai data, aturan, dan standar pengelolaan KPH. Semoga melalui koordinasi yang lebih baik dan penerapan standar profesional, wisata di KPH Kedu Utara bisa semakin berkembang, menarik pengunjung, dan memberikan pengalaman terbaik, sekaligus mendukung citra Perhutani yang profesional,” ujarnya.
Kegiatan rekonsiliasi wisata ini juga dimanfaatkan sebagai forum untuk bertanya, berdiskusi, dan memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan. Selain itu, dalam kegiatan tersebut dibahas Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus, perpanjangan izin, serta strategi pengembangan wisata di masing-masing KPH agar dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. (Kom-PHT/DivJateng/Wid)
Editor: Tri
Copyright © 2026