BOJONEGORO, PERHUTANI (05/08/2025) | Potensi besar tanaman kayu putih di kawasan hutan Bojonegoro kini mendapat dorongan baru, hal itu ditandai dengan resmi terjalinnya kemitraan strategis dengan PT Tirta Indo Atsiri dalam pengelolaan dan pemanfaatan daun kayu putih, yang berlangsung di Kantor Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, pada Selasa (5/8).

Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan peluang yang sangat baik, mengingat selama ini pengelolaan daun kayu putih kurang maksimal.

Harapan kami kedepan, ingin potensi daun kayu putih ini tidak hanya dibiarkan atau tidak dimanfaatkan, tetapi bisa memberi nilai tambah, terutama bagi masyarakat sekitar hutan, katanya.

Melalui kerja sama ini, Direktur PT. Tirta Indo Atsiri, M. Agung Rizky Firmansyah akan membeli daun kayu putih langsung dari Perhutani untuk diolah menjadi minyak atsiri. Daun yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dengan optimal kini bisa menjadi sumber pendapatan baru, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Dari pihak PT Tirta Indo Atsiri, kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjamin ketersediaan bahan baku, karena pihaknya bergerak di bidang minyak atsiri, dan bahan utama kami adalah daun kayu putih, ujarnya.

Dia mengakui selama ini kami kesulitan mencari mitra penyedia bahan baku yang berkelanjutan. Dengan luasnya areal tanaman kayu putih yang dimiliki Perhutani, kami yakin kerja sama ini akan saling menguntungkan, ujarnya.

Kerja sama ini juga diharapkan tidak hanya berhenti pada pembelian bahan baku, tetapi juga berkembang ke arah kemitraan yang lebih luas dengan masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan dan pemanfaatan tanaman kayu putih. (Kom-PHT/Bjn/Nyo)

 

Editor : Lra

Copyright © 2025