BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (15/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat melakukan pendampingan kegiatan Validasi Potensi Sumber Daya Hutan (SDH) yang dilaksanakan oleh Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) V Jember di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rogojampi, Rabu (12/02).

Kegiatan validasi secara administratif dilaksanakan di Kantor Asisten Perhutani (Asper) Rogojampi, Jalan Bolodewo, Dusun Kebalenlor, Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, serta dilanjutkan dengan verifikasi teknis di lapangan.

Mewakili Administratur KPH Banyuwangi Barat, Wakil Administratur Indra Gunawan menjelaskan bahwa validasi potensi SDH merupakan proses pemeriksaan, pengujian, dan konfirmasi data untuk memastikan keakuratan, kualitas, serta volume sumber daya hutan yang tercatat.

“Tujuan kegiatan ini adalah memverifikasi kesesuaian data inventarisasi dengan kondisi riil di lapangan, memantau perubahan potensi, serta menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengelolaan, pemanfaatan, maupun perlindungan hutan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PHW V Jember, Yana Herdiana, secara terpisah menyampaikan bahwa validasi potensi SDH dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kesalahan data dan memastikan kebenaran potensi, baik volume tegakan kayu, luas tutupan lahan, maupun potensi hasil hutan bukan kayu.

“Pelaksanaan validasi melibatkan verifikasi teknis melalui peninjauan langsung ke lokasi, pengukuran ulang, serta pembaruan data guna memastikan kesesuaian antara administrasi dan kondisi lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil validasi berfungsi sebagai dasar penyusunan basis data SDH yang akurat, mendukung pengambilan keputusan operasional, evaluasi kinerja, hingga penilaian ekonomi sumber daya hutan.

Asper BKPH Rogojampi, Adi Raharjo, menegaskan bahwa validasi potensi SDH merupakan tahapan penting dalam memastikan data pengelolaan hutan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif.

“Kegiatan ini krusial untuk menjamin bahwa seluruh data yang digunakan dalam perencanaan dan pengelolaan hutan benar-benar akurat, sehingga kebijakan yang diambil tepat sasaran,” pungkasnya. (Kom-PHT/Bwb/Eko)

Editor:Lra
Copyright©2026