BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (27/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap karyawan serta penyadap pinus dan kopal lingkup Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rogojampi. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Wisata Suwiss Songgon, Petak 6a Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bayu, BKPH Rogojampi, Rabu (25/02).

Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja, keterampilan, serta motivasi kerja karyawan dan penyadap sebagai mitra Perhutani dalam mendukung pencapaian target produksi getah pinus dan kopal (damar). Kegiatan diikuti jajaran manajemen, karyawan lapangan, serta para penyadap dari wilayah asperan Rogojampi.

Wakil Administratur Perhutani KPH banyuwangi Barat, Indra Gunawan menyampaikan bahwa pembinaan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan melalui pendekatan pembinaan langsung di lapangan.

“Pembinaan ini bertujuan mengembangkan keterampilan, menetapkan target kerja yang jelas, serta meningkatkan motivasi melalui supervisi langsung, penilaian berkala, dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan apresiatif. Prosesnya dilakukan melalui coaching, mentoring, serta pemberian umpan balik konstruktif,” ujar Indra Gunawan.

Ia menambahkan, pembinaan menjadi instrumen penting untuk memastikan standar operasional dipahami dan dijalankan dengan baik, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas sadapan secara berkelanjutan.

Koordinator Penyadap Pinus TPG Sumberagung, Pak Herman, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan dari Perhutani memberikan dorongan semangat bagi para penyadap untuk meningkatkan hasil produksi.

“Dengan kesadaran penuh kami siap mendukung upaya Perhutani dalam meningkatkan produksi getah. Ketika produksi meningkat, kami para penyadap juga menjadi pihak yang pertama merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama ini para penyadap menggantungkan perekonomian keluarga dari hasil sadapan di kawasan hutan yang dikelola Perhutani. Selain itu, Perhutani memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan melalui sistem pesanggem, seperti penanaman palawija dan tanaman empon-empon sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Secara terpisah, Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menegaskan bahwa pembinaan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus solusi atas berbagai kendala di lapangan.

“Melalui pembinaan ini, kami dapat memberikan umpan balik secara langsung dan mengurai permasalahan yang ada dengan solusi terbaik. Tujuannya agar karyawan dan para penyadap sebagai mitra Perhutani tidak hanya mencapai target individu, tetapi juga berkontribusi optimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan,” tegasnya.

Dengan adanya pembinaan terpadu ini, Perhutani KPH Banyuwangi Barat berharap sinergi antara perusahaan dan para penyadap semakin kuat, sehingga peningkatan produksi getah pinus dan kopal dapat berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/BWB/Eko)


Editor: Lra
Copyright ©2026