BLITAR, PERHUTANI (05/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blitar melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar dalam rangka memperkuat upaya mitigasi bencana tahun 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Blitar, Wlingi, Rabu (05/03).

Wakil Administratur KPH Blitar Hermawan HS, menyampaikan bahwa kunjungannya untuk melakukan sinergi antara Perhutani dan BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah kerja Perhutani KPH Blitar, seiring kondisi cuaca yang dinilai cukup ekstrem di sejumlah wilayah hutan.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wlingi yang meliputi Kecamatan Nglegok, Garum, Gandusari, Wlingi, Doko, dan Selorejo; BKPH Kesamben di Kecamatan Kesamben dan Wates; BKPH Lodoyo Timur di Kecamatan Sutojayan dan Panggungrejo; serta BKPH Lodoyo Barat di Kecamatan Kademangan, Sutojayan, dan Wonotirto.

Hermawan HS, menambahkan, bahwa koordinasi tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi di kawasan hutan maupun wilayah sekitarnya.

“Melihat kondisi cuaca yang cukup ekstrem di beberapa wilayah kerja Perhutani KPH Blitar, kami berharap dukungan dari BPBD Kabupaten Blitar dalam upaya mitigasi bencana. Semoga selama bulan Ramadan ini kondisi cuaca tetap kondusif sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani dalam memperkuat koordinasi terkait penanganan bencana.

Ia menegaskan bahwa BPBD Kabupaten Blitar siap bersinergi dan memberikan dukungan dalam kegiatan mitigasi maupun penanganan bencana di wilayah Kabupaten Blitar.

“Kami berterima kasih atas kunjungan dari Perhutani KPH Blitar. BPBD siap mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana, serta berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkap Wahyudi.

Melalui koordinasi ini diharapkan upaya mitigasi dan penanganan potensi bencana di wilayah kerja Perhutani KPH Blitar dapat dilakukan secara lebih terpadu dan efektif, sehingga mampu meminimalkan dampak bencana bagi kawasan hutan maupun masyarakat sekitar. (Kom-PHT/Btr/Put)