PERHUTANI, JATIROGO (18/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo menggelar Sosialisasi Peralihan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) ke Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), bertempat di Kantor KPH Jatirogo, Selasa (18/11).

Kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para purna rimbawan terkait perubahan sistem program pensiun yang kini disesuaikan dengan regulasi terbaru.

Program PPMP adalah skema pensiun dengan besaran manfaat yang telah ditetapkan dalam peraturan dana pensiun tanpa bergantung pada hasil investasi. Sementara PPIP merupakan skema baru di mana manfaat pensiun ditentukan oleh akumulasi iuran peserta, iuran pemberi kerja, serta hasil pengembangannya.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Dedy Siswandhi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para purna rimbawan. Ia menjelaskan bahwa jumlah purna rimbawan di Tuban yang telah terverifikasi mencapai 320 orang.

“Sosialisasi dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Aula Kantor KPH Jatirogo dan Resto & Café Sanca. Di Kantor KPH Jatirogo diikuti 90 peserta dari Kecamatan Bangilan, Senori, Kenduruan, dan Bancar. Sementara di Sanca diikuti 230 peserta dari Kecamatan Jatirogo dan beberapa peserta tambahan dari wilayah lain,” jelasnya.

Dedy menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani dan Dana Pensiun untuk memastikan para purna rimbawan memahami perubahan kebijakan dan tetap mendapatkan manfaat yang optimal.

“Peralihan dari PPMP ke PPIP adalah langkah strategis Dana Pensiun Perhutani untuk menyesuaikan kebijakan dengan peraturan perundangan yang berlaku, sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan dana jangka panjang bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Direktur Utama Dana Pensiun Perhutani, Suharto, menyampaikan bahwa PPIP memberikan kepastian mekanisme iuran dan hasil pengembangannya sehingga lebih transparan dan adaptif terhadap kebutuhan jangka panjang.

“Perubahan skema ini tidak mengurangi komitmen Perhutani terhadap kesejahteraan purna rimbawan. Justru melalui PPIP, tata kelola dana pensiun menjadi lebih modern dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sutikno, purna rimbawan asal Desa Kebonharjo, Jatirogo, mengapresiasi sosialisasi ini. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan sangat membantu memberikan rasa tenang terkait perubahan program pensiun.

“Kami berharap hak-hak kami tetap aman dan terkelola dengan baik. Sosialisasi seperti ini membuat kami lebih percaya dan memahami sistem baru,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Dana Pensiun Perhutani Suharto, Direktur Pengembangan Dana Pensiun Toni Kuspuja, Direktur Kepesertaan dan Pengembangan, Ketua Penshutindo, Administratur KPH Jatirogo beserta jajaran, serta peserta DPPHT. (Kom/PHT/Jtr/Eva)

Editor:Lra
Copyright©2025