KEDU UTARA, PERHUTANI (09/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara memberikan pendampingan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dilaksanakan di lokasi tanaman kopi RPH Jumo, Rabu (08/04).

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami skema kemitraan agroforestry kopi yang diterapkan di kawasan hutan negara. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada konsep pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan melalui budidaya tanaman kopi yang dikelola secara kolaboratif antara Perhutani KPH Kedu Utara dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

Pendampingan dilakukan secara langsung oleh petugas Perhutani dengan memberikan penjelasan teknis serta praktik lapangan mengenai sistem agroforestry yang berkelanjutan. Mahasiswa diajak mengamati kondisi tanaman kopi di bawah tegakan, teknik budidaya, pola tanam, hingga pengelolaan hasil yang melibatkan masyarakat sekitar hutan.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman terkait peran kemitraan antara Perhutani KPH Kedu Utara dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi utama hutan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Perhutani terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan pengalaman belajar berbasis lapangan kepada mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa Perhutani sangat mendukung kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka karena mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana skema kemitraan agroforestry kopi dijalankan di lapangan. Hal tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan secara produktif tanpa merusak kelestariannya.

Ia juga menambahkan bahwa pola agroforestry merupakan solusi yang seimbang antara aspek ekonomi dan ekologi, di mana masyarakat tetap dapat memanfaatkan lahan hutan melalui budidaya tanaman kopi, sementara tegakan utama hutan tetap terjaga.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Naili Afika, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru terkait pengelolaan hutan berbasis kemitraan. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa mendapatkan banyak pengetahuan mengenai agroforestry kopi, terutama terkait kerja sama antara Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan dalam memanfaatkan lahan di bawah tegakan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena mahasiswa dapat melihat langsung praktik di lapangan serta memahami pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep agroforestry secara komprehensif serta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam dunia kerja maupun pengembangan sektor pertanian dan kehutanan ke depan. Perhutani KPH Kedu Utara berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan edukatif yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang peduli terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar (Kom-PHT/Kdu/Nurul).

Editor: Tri
Copyright © 2026