KEDU UTARA, PERHUTANI (26/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tegal Makmur mengintensifkan langkah preventif keamanan hutan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di petak 8C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung pada Selasa (26/05).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui patroli kawasan, pemantauan titik rawan kebakaran, serta sosialisasi kepada masyarakat penggarap kopi di lahan bawah tegakan. Upaya itu menjadi langkah antisipatif menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga keberlangsungan tanaman kopi yang dikelola masyarakat di kawasan hutan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung Youdiyanto mengatakan kawasan petak 8C memiliki aktivitas budidaya kopi yang cukup tinggi sehingga diperlukan pengawasan dan pengendalian bersama guna mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan maupun karhutla.

“Langkah preventif terus Perhutani lakukan bersama LMDH dan masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas budidaya kopi di bawah tegakan. Pencegahan menjadi prioritas agar kawasan tetap aman, produktif, dan terhindar dari potensi kebakaran hutan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan tanaman kopi di kawasan hutan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sehingga perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Sementara itu, Ketua LMDH Tegal Makmur Sugito menyampaikan pihaknya mendukung penuh langkah Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Menurutnya, masyarakat penggarap kopi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kawasan dari ancaman kebakaran maupun kerusakan hutan.

“Kami rutin mengingatkan anggota dan para penggarap kopi agar tidak melakukan pembakaran sembarangan serta selalu berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan. Sebab, apabila hutan rusak, masyarakat juga yang akan terdampak,” ujarnya.

Kepala Desa Tegalrejo Wigati mengatakan sebagian warga desanya memanfaatkan lahan di bawah tegakan untuk budidaya kopi yang selama ini membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pihak desa mendukung kegiatan preventif yang dilakukan Perhutani bersama LMDH.

“Budidaya kopi di lahan bawah tegakan menjadi salah satu sumber penghasilan warga. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan aman dari kebakaran,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani berharap sinergi bersama LMDH dan pemerintah desa dapat terus diperkuat dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha budidaya kopi masyarakat di wilayah BKPH Temanggung. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026