KEDU UTARA, PERHUTANI (18/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan preventif di kawasan wisata pendakian Gunung Kembang via Blembem atau yang lebih dikenal dengan Basecamp Skydoran Wae, yang berada di Desa Damarkasiyan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan pengunjung saat libur Hari Raya Idulfitri, Selasa (17/03).

Kawasan pendakian tersebut masuk dalam wilayah hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, yang menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pendaki. Dalam kegiatan preventif ini, petugas Perhutani bersama pengelola dan LMDH melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan fasilitas basecamp serta memastikan keamanan jalur pendakian.

Pemeriksaan meliputi kesiapan administrasi pendakian, kelayakan sarana prasarana seperti tempat registrasi, area parkir, tempat istirahat, hingga ketersediaan informasi jalur. Selain itu, kondisi jalur pendakian juga menjadi perhatian utama, terutama pada titik-titik rawan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Yossy Elfirani menyampaikan bahwa kegiatan preventif ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan hutan, khususnya pada momen libur panjang.

“Perhutani memastikan bahwa seluruh aspek pendukung kegiatan wisata, baik dari sisi fasilitas basecamp maupun keamanan jalur pendakian, dalam kondisi siap. Hal ini penting untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung selama libur Lebaran,” ujar Yossy.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara Perhutani, LMDH, dan pengelola basecamp menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan wisata alam yang aman dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua LMDH Bina Kasih Iwan Pribadi menyampaikan bahwa keberadaan wisata pendakian Gunung Kembang via Blembem memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa. Menurutnya, aktivitas wisata telah membuka peluang usaha bagi warga, mulai dari penyediaan jasa parkir, warung makan, hingga penyewaan perlengkapan pendakian.

“Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, tentu berdampak langsung pada pendapatan masyarakat sekitar. Kami merasakan manfaat nyata dari keberadaan wisata ini, sehingga ke depan kami berkomitmen untuk terus mendukung pengelolaan wisata yang aman dan tertib,” ungkap Iwan Pribadi.

Sementara itu, Ketua Basecamp Skydoran Wae Iwan Santoso menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penataan ulang fasilitas dan penambahan rambu-rambu jalur untuk memudahkan pendaki.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar para pendaki merasa aman dan nyaman. Dukungan dari Perhutani sangat membantu kami dalam memastikan semua aspek berjalan sesuai standar,” jelasnya.

Melalui kegiatan preventif ini, diharapkan kawasan wisata pendakian Gunung Kembang via Blembem dapat menjadi destinasi yang aman, tertib, dan tetap lestari, sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026