KEDU UTARA, PERHUTANI (02/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melakukan pemantauan kegiatan wisata pendakian Gunung Kembang melalui jalur Damarkasiyan atau Basecamp Skydoors yang berada di Desa Damarkasiyan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo pada Rabu (01/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan tata kelola wisata alam berjalan tertib, aman, serta tetap menjaga kelestarian hutan. Jalur pendakian tersebut masuk dalam wilayah hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo.

Pemantauan difokuskan pada beberapa aspek penting, di antaranya kegiatan registrasi pendaki, pengelolaan sampah, serta kelayakan fasilitas yang tersedia di basecamp pendakian. Petugas Perhutani bersama pengelola basecamp dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan setempat turut melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Yossy Elfirani menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini penting dilakukan, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata pendakian.

“Perhutani ingin memastikan bahwa setiap pendaki yang masuk telah terdata dengan baik melalui sistem registrasi sehingga aspek keselamatan dapat terpantau. Selain itu, Perhutani juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah agar kawasan hutan tetap bersih dan lestari,” ujarnya.

Ketua Pengelola Basecamp Skydoors Iwan Sentosa menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para pendaki. Ia menjelaskan bahwa registrasi dilakukan secara tertib sebelum pendaki memulai perjalanan, termasuk pengecekan perlengkapan dasar pendakian.

“Kami juga menyediakan fasilitas pendukung di basecamp yang terus kami benahi agar lebih layak dan nyaman bagi pengunjung. Edukasi kepada pendaki terkait pentingnya membawa turun kembali sampah juga rutin kami lakukan,” jelasnya.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Binakasih Desa Damarkasiyan Iwan Pribadi menegaskan komitmen masyarakat desa dalam mendukung pengelolaan wisata pendakian yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara Perhutani, pengelola basecamp, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata dan kelestarian hutan.

“Kami bersama-sama menjaga kawasan ini agar tetap asri dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan pemantauan ini, diharapkan pengelolaan wisata pendakian Gunung Kembang melalui Basecamp Skydoors dapat terus berjalan secara tertib, aman, dan berwawasan lingkungan, sehingga keberadaan hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2026