MADIUN, PERHUTANI (13/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun mengikuti pelatihan Youth Environmental Training bertema “Kelestarian Lingkungan: Tantangan dan Cita-Cita Bersama” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Margowitan Model Forest yang bergerak di bidang kelestarian hutan dan lingkungan wilayah Madiun, Ponorogo, Ngawi, dan Magetan (MARGOWITAN). Kegiatan berlangsung di Perhutani Forestry Institute (PeFI) Madiun pada 10–12 Februari 2026.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang isu-isu lingkungan, sekaligus membangun sikap serta perilaku generasi muda agar lebih peduli terhadap kelestarian alam dan keberlanjutan hutan.
Sebanyak 80 peserta yang terbagi menjadi dua gelombang mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Perhutani, Mahasiswa Pecinta Alam, anggota Pramuka, perwakilan pesantren, Bank Sampah, Karang Taruna, serta unsur eksternal lainnya. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan materi seputar lingkungan hidup, pengelolaan sampah, perlindungan tanaman langka, bisnis berwawasan lingkungan, serta manfaat hutan bagi kehidupan. Sementara itu, hari kedua diisi dengan kegiatan penanaman pohon di wilayah Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dungus.
Administratur KPH Madiun, Rusydi, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan khususnya bagi generasi muda.
“Pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab Perhutani atau pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan pemahaman yang kuat sekaligus membentuk karakter generasi muda agar lebih peduli dan aktif dalam menjaga hutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Margowitan Model Forest, John Novarly menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan lingkungan ke depan.
“Tantangan lingkungan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga pengelolaan sampah. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara institusi, komunitas, dan generasi muda. Kami berharap pelatihan ini dapat melahirkan agen-agen perubahan yang mampu menggerakkan kepedulian lingkungan di masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan kelestarian lingkungan sebagai cita-cita yang diperjuangkan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Mdn/Adl)
Editor:Lra
Copyright©2026