MANTINGAN, PERHUTANI (20/05/2026) | KPH Mantingan menerima kunjungan peneliti dari Leiden University Institute for History Belanda, Hendrik Eduard Theo Maijer, MA, dalam rangka penelitian mengenai sejarah dan perkembangan Departement of Forest atau Boschwezen pada masa kolonial.

Kunjungan berlangsung di rumah dinas Asper/KBKPH Kebon KPH Mantingan. Administratur KPH Mantingan Rohasan yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan lain diwakili Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Edy Pramono untuk menerima tamu peneliti dari Belanda tersebut, Rabu pagi.

Diskusi berfokus pada jejak sejarah pengelolaan hutan oleh Boschwezen, struktur kelembagaan, serta pengaruhnya terhadap sistem kehutanan yang diterapkan Perhutani saat ini di wilayah KPH Mantingan.

Peneliti Leiden University Institute for History Belanda Hendrik Eduard Theo Maijer, MA menyampaikan kesannya saat mengunjungi rumah dinas Asper Kebon KPH Mantingan yang dibangun pada tahun 1928. Menurutnya, bangunan bersejarah tersebut masih terjaga keasrian dan kelestariannya meski telah berusia hampir satu abad.

“Saya sangat mengagumi kondisi rumah dinas ini. Arsitektur kolonialnya masih kuat, lingkungannya asri, dan terlihat adanya upaya perawatan yang konsisten. Ini merupakan bukti nyata keberlanjutan pengelolaan aset sejarah Perhutani,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari riset mengenai sejarah dan perkembangan Departement of Forest atau Boschwezen pada masa kolonial di wilayah KPH Mantingan.

Sementara itu, Administratur KPH Mantingan melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Mantingan Edy Pramono menyampaikan bahwa kunjungan peneliti asing tersebut menjadi kesempatan untuk membuka kembali arsip sejarah serta memperkuat pemahaman mengenai akar pengelolaan hutan di wilayah Rembang.

“Kami mengapresiasi kegiatan riset ini. Data dan catatan sejarah Boschwezen sangat penting untuk memahami transformasi pengelolaan hutan dari masa kolonial hingga saat ini,” ungkapnya.

Melalui penelitian tersebut, diharapkan dapat memperkaya referensi akademik sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan pengelolaan hutan berkelanjutan di KPH Mantingan. (Kom-PHT/Mntn/Ism)

Editor: Tri

Copyright © 2026