NGANJUK, PERHUTANI (25/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk mendukung program strategis nasional peremajaan tanaman tebu tua (bongkar ratoon) dan perluasan area tanam tebu guna meningkatkan produksi gula nasional. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Perhutani KPH Nganjuk dalam Rapat Koordinasi Percepatan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Kegiatan Bongkar Ratoon dan Perluasan Area Tanam Tebu Tahun 2025 di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Kamis (24/12).
Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis (PPB) KPH Nganjuk, Er Jefri M.S., mewakili Administratur Perhutani KPH Nganjuk Dwi Puspitasari, menyampaikan bahwa potensi perluasan tanam tebu tahun 2025 di wilayah KPH Nganjuk seluas 114,06 hektare. Luasan tersebut terdiri atas Agroforestri Tebu Mandiri (ATM) seluas 3,43 hektare, areal tanaman kehutanan tahun tanam 2021, 2023, dan 2024 seluas 57,61 hektare, serta areal yang belum terealisasi seluas 53,02 hektare.
Ia menjelaskan, areal yang belum terealisasi masih memerlukan verifikasi lapangan karena sebagian lahan masih ditanami jagung oleh masyarakat, status penggarap bukan warga setempat, serta perlunya sosialisasi terkait peralihan komoditas dari jagung ke tebu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani. Ia menyebutkan bahwa target perluasan tanam tebu di Kabupaten Nganjuk Tahun 2025 ditetapkan seluas 500 hektare, sejalan dengan potensi yang disampaikan Perhutani sebesar 492,5 hektare.
Sebagai hasil rapat, disepakati kegiatan bongkar ratoon Tahun 2025 seluas 509,825 hektare yang bersumber dari PG Lestari dan PG Meritjan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kodim 0810 Nganjuk, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk, Perhutani KPH Nganjuk, Perhutani KPH Jombang, Perhutani KPH Saradan, serta PG Lestari dan PG Meritjan. (Kom-PHT/Ngj/Ar)
Editor:Lra
Copyright©2025