NGANJUK, PERHUTANI (10/4/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk menghadiri kegiatan doa bersama dan ziarah leluhur yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1089 Kabupaten Nganjuk di Masjid Al Mubarok, Desa Kacangan, Kecamatan Loceret, Kamis (09/04).

Kegiatan tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat dengan rangkaian doa bersama, tahlil, serta ziarah makam para pendahulu sebagai wujud syukur dan penghormatan terhadap sejarah.

Acara yang dihadiri sekitar 100 undangan ini dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi, didampingi Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepala Kejaksaan Negeri, perwakilan Komando Resor Militer (Danrem), Sekretaris Daerah (Sekda), Perum Perhutani KPH Nganjuk, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Nganjuk.

Rangkaian kegiatan diawali dengan istighotsah, doa bersama, hingga penyerahan santunan kepada 25 lanjut usia (lansia) sebagai bentuk kepedulian sosial.

Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke 1089 menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur yang telah membuka dan membangun Kabupaten Nganjuk serta mengajak seluruh masyarakat untuk selalu bersyukur, menjaga kebersamaan, serta tidak melupakan sejarah sebagai bagian dari jati diri daerah.

“Apa yang disampaikan Bapak Bupati sangat tepat, bahwa mengenang jasa para leluhur adalah bagian penting dalam menjaga identitas dan jati diri masyarakat. Perhutani KPH Nganjuk mendukung sepenuhnya upaya pelestarian budaya ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah serta penguatan nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat,” ujar Wakil Administratur Yuli Suprianto yang mewakili Admisistratur KPH Nganjuk Dwi Puspitasari.

Lebih lanjut, Wakil Administratur Yuli Suprianto menegaskan bahwa kegiatan bernuansa budaya dan religi seperti ini memiliki peran strategis. “Selain mempererat tali silaturahmi, acara ini juga menjadi sarana memperkuat sinergitas antara pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.” Jelasnya

Acara ditutup dengan prosesi ziarah ke makam Kanjeng Jimat Sosro Koesoemo dan R. Singosari serta pemotongan tumpeng. Melalui tradisi ini, diharapkan nilai-nilai luhur kearifan lokal terus terjaga dan menjadi fondasi kuat bagi Nganjuk yang semakin maju, aman, dan sejahtera. (Kom-PHT/Ngj/AR).

Editor:Lra
Copyright©2026