NGAWI, PERHUTANI (08/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi memfasilitasi kunjungan lapangan 97 civitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mempelajari praktik pengelolaan hutan negara dengan fokus pada pemahaman teknis silvikultur serta pengembangan Multi Usaha Kehutanan (MUK) yang dilaksanakan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun dan BKPH Begal, pada Rabu (07/01).
Peserta terdiri dari 78 mahasiswa Program Studi Kehutanan yang didampingi oleh 9 dosen dan 10 asisten mata kuliah. Kunjungan dimulai di RPH Gendingan BKPH Walikukun, di mana mahasiswa mengikuti pembelajaran teknis terkait persemaian vegetatif dan generatif di persemaian kucur. Setelah itu, peserta diajak mengamati kegiatan pemeliharaan tanaman di petak 73 L-1 serta praktik penanaman di petak 72 M untuk memahami hubungan antara tahap awal pertumbuhan hingga pengelolaan tanaman di lapangan.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kegiatan ke BKPH Begal untuk mendalami implementasi Multi Usaha Kehutanan (MUK) yang menjadi salah satu inovasi bisnis Perhutani. Di lokasi ini, mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai proses pengolahan tanaman kayu putih dan pembuatan Petak Coba Penjarangan (PCP) di RPH Kedungmerak sebagai bagian dari pengelolaan tegakan produksi.
Administratur KPH Ngawi melalui Kepala Sub Seksi Pembinaan SDH, Dian Tangguh Himawan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan Perhutani terhadap dunia pendidikan kehutanan. “Perhutani membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas pengelolaan hutan, mulai dari aspek teknis hingga inovasi Multi Usaha Kehutanan. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan rimbawan muda yang kompeten,” ujarnya.
Perwakilan mahasiswa ITB, Asiah Hanien Naily, mengapresiasi kesempatan praktik lapangan yang diberikan Perhutani. “Selama ini kami banyak menerima teori di kelas, tetapi melalui praktik langsung kami memperoleh pengetahuan teknis yang lebih detail. Narasumber Perhutani sangat komunikatif dan edukatif,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring akademis-praktisi dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan sekaligus meningkatkan peran rimbawan muda dalam menjaga kelestarian fungsi hutan di masa mendatang. (Kom-PHT/Ngw/Put)
Editor:Lra
Copyright©2025