Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandar, yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi tegakan pinus, kualitas bidang sadap, serta berdialog dengan para penyadap. Salah satu penyadap yang ditemui di lapangan yakni Dargo, yang telah lama menekuni pekerjaan sebagai penyadap getah pinus.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandar, menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan memastikan kegiatan penyadapan berjalan sesuai ketentuan teknis dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi para penyadap di lapangan.
“Melalui pendampingan langsung, kami ingin memastikan teknik sadap yang digunakan sudah benar sehingga produksi getah dapat optimal tanpa merusak tegakan. Kami juga ingin mendengar langsung masukan dari para penyadap,” ujarnya.
Sementara itu, penyadap Dargo, mengungkapkan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Perhutani, melalui BKPH Bandar. Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan memberikan motivasi sekaligus menambah pemahaman terkait teknik sadap yang baik dan benar.
“Kami merasa diperhatikan dan dibina. Semoga ke depan produksi getah semakin meningkat dan kesejahteraan penyadap juga ikut meningkat,” ungkap Dargo.
Melalui kegiatan ini, Perhutani, berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara petugas kehutanan dan para penyadap sehingga pengelolaan hutan pinus dapat berjalan secara lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Pkt/Ran)