PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI, (17/11/2025)│ Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur pada Jumat (14/11) menerima kunjungan dari jajaran KPH Purwodadi dalam rangka studi tiru pengembangan agroforestry berbasis nanas madu. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Mulya, Desa Belik, ini difokuskan untuk mempelajari langsung keberhasilan pengelolaan dan bisnis nanas madu yang telah menjadi komoditas unggulan setempat.

Rombongan KPH Purwodadi disambut hangat oleh manajemen KPH Pekalongan Timur dan pengurus LMDH Wana Mulya. Turut hadir Wakil Administratur KPH Purwodadi, Toto Suwaranto, yang menyampaikan komitmennya dalam mempelajari model pengembangan nanas madu yang telah berhasil diterapkan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Wakil Administratur Purwodadi, Toto Suwaranto, menjelaskan bahwa studi tiru ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan bisnis agroforestry di wilayah Grobogan.

“Tujuan kami melaksanakan studi tiru ini adalah untuk meningkatkan kapasitas LMDH dan petugas Perhutani dalam mengembangkan produk agro nanas. Nanas ini rencananya akan diuji cobakan di wilayah Grobogan, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Harapannya, mampu memberikan nilai tambah pendapatan agro selain komoditas yang sudah ada. Kami berterima kasih atas fasilitasi dari KPH Pekalongan Timur dan LMDH Wana Mulya,” ujarnya.

Dari pihak KPH Pekalongan Timur, Kasi Madya Produksi dan Ekowisata, Yohan Hariyanto, menyatakan kesiapan dalam berbagi pengalaman mengenai keberhasilan budidaya nanas madu.

“Kami sangat terbuka dan bangga dapat membagikan pengalaman sukses Kelompok Tani Lestari I dan LMDH Wana Mulya dalam mengelola nanas madu di Petak 76 RPH Watukumpul BKPH Randudongkal. Semoga ilmu yang didapat bisa segera diterapkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi LMDH di Purwodadi,” jelasnya.

Ketua LMDH Wana Mulya, Nadirin, juga menegaskan kesiapan pihaknya dalam berbagi pengetahuan secara praktis.

“Kami siap berbagi pengalaman mulai dari teknik penanaman, pemeliharaan, hingga pengelolaan hasil panen nanas madu. Semoga pengalaman kami dapat membantu LMDH di wilayah Grobogan dalam meningkatkan perekonomian anggota sekaligus menjaga kelestarian hutan,” tuturnya.

Kegiatan studi tiru ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka langkah awal sinergi antarsatuan kerja Perhutani dalam mengoptimalkan potensi hasil hutan untuk kesejahteraan masyarakat. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri

Copyright © 2025