Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 1–2 April 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya pemantauan kondisi tanaman biomassa sekaligus langkah penelitian untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan tanaman energi di wilayah kerja Perhutani.
Tim Departemen Riset dan Inovasi Perhutani Forestry Institute dipimpin oleh Kepala Departemen Riset dan Inovasi Chororotun Nur Ulifah bersama dua orang peneliti madya. Kegiatan ini juga diikuti Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan, Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Purwodadi beserta jajaran, jajaran BKPH Linduk, serta pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wono Tani Manunggal Desa Lebengjumuk yang turut mendampingi kegiatan di lapangan.
Lokasi pengamatan meliputi beberapa petak tanaman biomassa gamal yang tersebar di kawasan RPH Mrico, antara lain petak 136A seluas 4,5 hektare dengan tahun tanam 2023, petak 136C seluas 3,2 hektare dengan tahun tanam 2023, serta petak 137i-1 seluas 10,4 hektare dengan tahun tanam 2024.
Kegiatan lapangan dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi tanaman, identifikasi jenis hama dan penyakit yang menyerang, serta pengambilan sampel tanaman untuk dianalisis lebih lanjut oleh tim peneliti. Hasil identifikasi ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian serta rekomendasi teknis guna menjaga kesehatan tanaman biomassa di wilayah tersebut.
Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan keberhasilan pengembangan tanaman biomassa di wilayah Perhutani.
“Tanaman biomassa gamal memiliki potensi besar sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh Perhutani. Oleh karena itu, pemantauan terhadap kemungkinan serangan hama dan penyakit perlu dilakukan secara berkala agar pertumbuhan tanaman tetap optimal dan produktivitasnya dapat terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pengelola hutan, peneliti, dan masyarakat sekitar hutan merupakan kunci penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan hutan.
Kepala Departemen Riset dan Inovasi Perhutani Forestry Institute Chororotun Nur Ulifah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah mengenai kondisi kesehatan tanaman biomassa di lapangan.
“Kami melakukan identifikasi terhadap jenis hama maupun penyakit yang menyerang tanaman gamal, termasuk mengamati tingkat intensitas serangan serta faktor lingkungan yang memengaruhinya. Data yang diperoleh akan menjadi bahan kajian untuk menentukan langkah pengendalian yang efektif serta rekomendasi pengelolaan tanaman ke depan,” jelasnya.
Pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wono Tani Manunggal Desa Lebengjumuk Warjo yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan monitoring tanaman di kawasan hutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena masyarakat juga ikut belajar mengenali kondisi tanaman di hutan. Dengan adanya pendampingan dari Perhutani dan tim peneliti, kami berharap tanaman biomassa ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar hutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan penelitian dan pemantauan ini, diharapkan pengelolaan tanaman biomassa di wilayah KPH Purwodadi dapat terus ditingkatkan sekaligus mendukung program pengembangan energi terbarukan berbasis kehutanan yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Pwd/Aris)
Editor: Tri
Copyright © 2026